9

Bentengi Pelajar dari Risiko Kesehatan, Pemkab Sumenep Gencar Sosialisasi dan Pembinaan UKS/M

  • Bagikan
Bentengi Pelajar dari Risiko Kesehatan, Pemkab Sumenep Gencar Sosialisasi dan Pembinaan UKS/M
Bentengi Pelajar dari Risiko Kesehatan, Pemkab Sumenep Gencar Sosialisasi dan Pembinaan UKS/M

Sumenep, Madura Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menggencarkan sosialisasi dan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di sejumlah lembaga pendidikan sebagai upaya membentengi pelajar dari berbagai risiko kesehatan sejak usia dini.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumenep memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan, terutama dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pembinaan UKS/M melibatkan unsur sekolah dan madrasah, mulai dari kepala sekolah, guru UKS/M, guru kelas hingga kader Tiwisada.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setdakab Sumenep, Abd. Said, S.Sos.I, mengatakan, penguatan UKS/M penting dilakukan secara berkelanjutan karena sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan sehat sejak usia dini.

Baca Juga :  Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Dunia, Ini Pesan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo

Menurutnya, keberadaan UKS/M tidak sebatas berkaitan dengan kebersihan lingkungan sekolah atau penanganan ketika siswa mengalami gangguan kesehatan. Lebih dari itu, UKS/M harus menjadi sarana edukasi untuk membekali pelajar agar mampu menjaga kesehatan sekaligus menghindari berbagai perilaku berisiko.

“Pembinaan UKS/M diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan anak dan kader tentang perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai persoalan kesehatan,” kata Said.

Dalam kegiatan pembinaan, para peserta mendapatkan sosialisasi mengenai buku rapor kesehatan dan buku informasi kesehatan. Materi yang disampaikan juga mencakup delapan golongan pembinaan UKS/M serta berbagai persoalan kesehatan yang rentan dialami anak dan remaja.

Baca Juga :  Kepala Bappeda Sumenep Ajak Mahasiswa Terlibat Aktif dalam Pembangunan

Persoalan tersebut di antaranya kenakalan remaja, bahaya merokok, penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, kehamilan pranikah, kecacingan, anemia, hingga hepatitis.

Pemkab Sumenep juga mendorong kader Tiwisada agar tidak hanya memahami materi kesehatan yang diberikan, tetapi turut menjadi penggerak PHBS di lingkungan pendidikan.

“Tentu kami berharap kader tidak hanya mengetahui materi kesehatan, tetapi juga mampu menyampaikan kembali informasi tersebut kepada teman sebaya,” harapnya.

Meski demikian, hasil pembinaan masih menemukan adanya keterbatasan pemahaman kader Tiwisada terkait PHBS maupun informasi kesehatan yang terdapat dalam buku informasi kesehatan.

“Meski demikian, pembinaan menemukan masih adanya keterbatasan pengetahuan kader Tiwisada mengenai PHBS dan informasi kesehatan yang terdapat dalam buku informasi kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2024

Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi Pemkab Sumenep untuk terus memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan sekolah dan madrasah. Pembinaan secara berkelanjutan dinilai penting agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Pemkab Sumenep berharap penguatan UKS/M di sejumlah lembaga pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang semakin sehat sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran dan pengetahuan lebih baik dalam menjaga kesehatan. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *