9

Motivasi Orang Tua Antarkan Azril Mumtaz ke Jambore Nasional XII

  • Bagikan
Motivasi Orang Tua Antarkan Azril Mumtaz ke Jambore Nasional XII
Motivasi Orang Tua Antarkan Azril Mumtaz ke Jambore Nasional XII

Sumenep, Madura Update – Setiap langkah anak menuju masa depan selalu memiliki cerita di baliknya. Begitu pula perjalanan Azril Mumtaz, siswa SMP NU Sumenep, yang kini mendapat kesempatan membawa nama Sumenep ke panggung Jambore Nasional (Jamnas) XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta.

Azril resmi berangkat pada Selasa (11/8/2026) sebagai bagian dari delegasi Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep.

Bagi kedua orang tuanya, Hasan Busri, SE., MM. dan Siti Holiyah, SP., keberangkatan Azril bukan sekadar kebanggaan karena sang anak tampil di ajang nasional. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mendorong Azril agar berani keluar dari zona nyaman dan belajar menjadi pribadi yang mandiri.

Azril sendiri merupakan siswa asal Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Orang tua Azril menyadari bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pengalaman bertemu orang baru, berada di lingkungan berbeda, bekerja dalam tim, serta belajar bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang seorang anak.

Karena itu, ketika kesempatan mengikuti Jamnas XII datang, keluarga memberikan dukungan penuh.

Baca Juga :  Darul Hasyim Fath Tanam 250 Pohon Durian di Masalembu, Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan

“Kami tentu sangat bangga dan bersyukur Azril mendapatkan kesempatan mengikuti Jambore Nasional. Bagi kami, ini bukan hanya soal prestasi, tetapi kesempatan bagi Azril untuk belajar lebih banyak, menjadi lebih mandiri, dan berani menghadapi lingkungan baru,” ujar orang tua Azril.

Dorongan untuk Berani Melangkah

Menurut keluarga, keberanian mencoba hal baru perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Mereka ingin Azril melihat pengalaman di Jamnas sebagai kesempatan untuk belajar, bukan semata-mata mengejar penghargaan.

Berada bersama Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat membuka wawasan Azril mengenai keberagaman sekaligus memperkuat rasa percaya dirinya.

“Kami selalu memberikan motivasi kepada Azril agar jangan takut mencoba hal-hal positif. Selama ada kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri, harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.

Pesan tersebut menjadi bekal bagi Azril sebelum berangkat ke Cibubur. Keluarga juga mengingatkan agar ia tetap rendah hati dan tidak melupakan tanggung jawab sebagai pelajar.

Bagi orang tua, keberhasilan anak tidak hanya diukur dari seberapa jauh ia pergi atau penghargaan yang diperoleh. Karakter, sikap, tanggung jawab, dan kemampuan menghargai orang lain justru menjadi hal yang lebih penting.

Baca Juga :  Pemberdayaan Ekonomi, BPRS Bhakti Sumekar Beri Bantuan Alat Usaha Bagi Perempuan Kepala Keluarga

Apresiasi untuk Guru dan Pembina

Di balik kebanggaan keluarga, ada pula rasa terima kasih yang disampaikan kepada pihak sekolah.

Hasan Busri dan Siti Holiyah mengapresiasi Kepala SMP NU Sumenep, para guru, serta pembina Pramuka yang telah memberikan bimbingan dan kepercayaan kepada Azril.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, para guru dan pembina Pramuka yang telah membimbing Azril. Kami yakin tanpa arahan dan dukungan dari guru, kesempatan seperti ini tidak akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Keluarga menilai guru tidak hanya berperan dalam memberikan pelajaran di sekolah, tetapi juga membantu menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik.

Kesempatan Azril mengikuti Jamnas XII menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan di sekolah dapat membuka jalan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman lebih luas.

Sekolah Dorong Pembentukan Karakter

Kepala SMP NU Sumenep, Rukaiya, mengatakan keikutsertaan Azril dalam Jamnas XII memang diarahkan bukan hanya untuk mengembangkan keterampilan kepramukaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang dapat membentuk kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama.

Baca Juga :  Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Hadirkan Mudik Gratis Bagi Santri Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Asal Sumenep

“Jambore Nasional memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik. Di sana mereka belajar tentang kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, sekaligus bagaimana bekerja sama dengan orang lain,” ujarnya.

Ia berharap Azril dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan dan membangun persaudaraan dengan peserta dari berbagai daerah.

Sementara bagi keluarga, pesan yang diberikan kepada Azril sederhana: ikuti seluruh kegiatan dengan sungguh-sungguh, belajar sebanyak mungkin, jaga nama baik keluarga dan sekolah, serta pulang membawa pengalaman yang bermanfaat.

“Harapan kami, Azril bisa menikmati prosesnya, mendapatkan pengalaman dan ilmu baru. Yang terpenting, tetap rendah hati, disiplin, bertanggung jawab, dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah mengikuti Jambore Nasional,” pungkas orang tua Azril.

Dari dukungan orang tua, bimbingan guru, dan keberanian seorang anak untuk mencoba, perjalanan Azril menuju Jambore Nasional XII akhirnya dimulai.

Bukan sekadar perjalanan dari Sumenep ke Cibubur, tetapi sebuah langkah kecil untuk menumbuhkan keberanian, kemandirian, dan mimpi yang lebih besar. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *