9

Diskominfo dan Disdik Sumenep Saling Klaim Ide, Bukti Kurangnya Koordinasi Antar OPD

  • Bagikan
Diskominfo dan Disdik Sumenep Saling Klaim Ide, Bukti Kurangnya Koordinasi Antar OPD
Diskominfo dan Disdik Sumenep Saling Klaim Ide, Bukti Kurangnya Koordinasi Antar OPD

Sumenep, Madura Update – Rencana Diskominfo Sumenep untuk menerbitkan buku melalui karya wartawan menguak fakta kurangnya koordinasi yang baik antar OPD di Kabupaten setempat.

Alih-alih terkoordinasi dengan baik, yang ada bahkan saling klaim ide tentang materi yang menjadi tema saat wawancara.

Kondisi ini terungkap, bermula ketika Diskominfo Sumenep meminta wartawan untuk wawancara ke Dinas Pendidikan dan memotret inovasi dan kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Pelaku media mendapatkan salah satu tugas yakni untuk merampungkan peningkatan indeks SPM Pendidikan Sumenep dalam 2 tahun terakhir yang meliputi literasi, numerasi, kebinekaan, keamanan sekolah dan lainnya.

Kemudian, peningkatan jumlah status sekolah dari rusak berat menjadi baik untuk prasarana ruang kelas, perpus, toilet dan ruang guru.

Baca Juga :  Dansat Brimob Polda Jatim Cek Kesiapan Personel Pengamanan Pilkades di Sumenep

Lalu, peningkatan jumlah prasarana gedung lab komputer, peningkatan jumlah sarana berupa multimedia/TIK, hingga prestasi siswa di bidang sains, seni, olahraga di jenjang provinsi dan pusat.

Sisanya, mengulas soal kesejahteraan guru ngaji dan guru madrasah diniyah.

Sayangnya, konfirmasi wartawan ke Dinas Pendidikan Sumenep belum membuahkan hasil. Kendalanya, data yang dihimpun masih dalam proses tahapan validasi.

“Masih kami rampungkan dengan para bidang, waktunya lumayan lama. Sementara personel di sini masih sibuk ke kegiatan dinas yang lain,” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi pada wartawan, Rabu (29/5/2024) kemarin.

“Itu Diskominfo juga asal caplok tanpa koordinasi dulu ke sini. Itu konsep kita di (dinas pendidikan, red) dan masih kami rapatkan dengan para bidang,” sambung Ardiansyah saat ditemui di kantornya.

Baca Juga :  BPPKAD Sumenep Berikan Empat Cara Mudah Bayar Pajak Bumi dan Bangunan

Ia menegaskan, bahwa data ini memang cukup memakan waktu, minimal satu bulan. Sebab, harus turun langsung ke sejumlah sekolah.

Siapa sangka, pandangan ini malah tak digubris oleh Diskominfo Sumenep. Malahan, pihak dinas menyarankan untuk materi pendidikan bisa dikonfirmasi ke OPD lain seperti Bappeda.

“Kan bisa ke Bappeda, tidak harus ke dinas pendidikan. Coba tulis soal SMA yang di Kalianget itu,” kata Kabid Informasi dan Komunikasi Diskominfo Sumenep, Irwan Sujatmiko, saat ditemui wartawan di kantornya belum lama ini.

Baca Juga :  174 Siswa SD di Kecamatan Gapura Ikuti Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Pria yang biasa disapa Miko ini mempertanyakan kendala yang dihadapi serta meminta agar materi Dinas Pendidikan bisa cepat selesai.

Pasalnya, karya para jurnalis itu nantinya akan dibukukan sebagai salah satu karya dan kebanggaan para jurnalis.

Bahkan, pihaknya juga mengklaim bahwa penugasan yang diberikan pada pewarta adalah idenya, bukan konsep milik Dinas Pendidikan Sumenep.

“Itu di kami, karya dan ide kami, bukan dinas pendidikan,” tegas Miko.

Sekedar informasi, anggaran kerjasama iklan di Diskominfo Sumenep mencapai Rp3,7 miliar di tahun 2024.

Anggaran miliaran ini dikucurkan dari APBD Sumenep untuk para pelaku media yang sudah melakukan kerjasama. (En/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *