9

Musrenbang RKPD 2027, Wabup Sumenep Paparkan Tren Positif Pembangunan Daerah

  • Bagikan
Musrenbang RKPD 2027, Wabup Sumenep Paparkan Tren Positif Pembangunan Daerah
Musrenbang RKPD 2027, Wabup Sumenep Paparkan Tren Positif Pembangunan Daerah

Sumenep, Madura Update – Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatat sejumlah capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dari berbagai indikator, mulai dari pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menyampaikan capaian tersebut saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Pendopo Agung Keraton, Senin (30/03/2026).

Menurutnya, meski masih menghadapi sejumlah tantangan, capaian tersebut menjadi bukti adanya kerja berkelanjutan antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan Sumenep.

Baca Juga :  Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Isi Kemerdekaan dengan Inovasi dan Investasi

“Indikator pembangunan menunjukkan arah yang baik. Ini hasil kolaborasi semua pihak, meskipun ke depan masih perlu penguatan di berbagai sektor,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, laju pertumbuhan mengalami peningkatan signifikan. Setelah sempat melambat di angka 3,77 persen pada 2024, pertumbuhan ekonomi Sumenep naik menjadi 4,85 persen pada 2025.

Sementara itu, sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka pada 2025 tercatat sebesar 1,64 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 1,69 persen.

Penurunan juga terjadi pada angka kemiskinan. Pada 2025, persentase penduduk miskin berada di angka 17,02 persen, lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 17,78 persen.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Amanah Bupati Achmad Fauzi

Di bidang kualitas sumber daya manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan dari 69,78 pada 2024 menjadi 70,54 di 2025, yang masuk kategori tinggi.

Selain itu, ketimpangan pendapatan yang diukur melalui indeks Gini juga menunjukkan perbaikan. Pada 2025, indeks Gini tercatat sebesar 0,221, turun cukup signifikan dibandingkan 0,308 pada 2024.

Meski demikian, Wabup menegaskan bahwa capaian tersebut harus diikuti dengan penguatan program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia meminta seluruh perangkat daerah melakukan evaluasi dan penajaman program, serta memastikan penggunaan sumber daya difokuskan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

Baca Juga :  Santri Lubangsa Putri Berbagi Esto dengan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

“Program tidak boleh berhenti di tahap perencanaan. Harus ada realisasi yang efektif dan hasil yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Wabup juga menekankan pentingnya Musrenbang sebagai forum strategis untuk menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan, sekaligus merumuskan arah kebijakan pembangunan ke depan.

“Melalui forum ini, kita bangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjawab isu-isu strategis pembangunan daerah,” pungkasnya. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *