9

Salah Unggah Gambar Garuda, BRIN Minta Maaf

  • Bagikan
Salah Unggah Gambar Garuda, BRIN Minta Maaf
Salah Unggah Gambar Garuda, BRIN Minta Maaf

Jakarta, Madura Update – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi sorotan publik setelah mengunggah ilustrasi Garuda Pancasila yang dinilai tidak sesuai dengan kaidah resmi pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

Unggahan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Warganet menyoroti sejumlah detail pada lambang Garuda yang dianggap tidak sesuai, terutama terkait jumlah bulu pada bagian sayap dan ekor. Bahkan, sebagian pengguna media sosial menduga ilustrasi itu dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Menyusul kritik yang berkembang, BRIN segera menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Lembaga tersebut mengakui adanya ketidakcermatan dalam proses pembuatan konten yang dipublikasikan melalui akun media sosial resminya.

Baca Juga :  Kotak Suara di Pemilu 2024 Gunakan Bahan Kardus

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” tulis BRIN dalam pernyataan resminya.

BRIN menyebut insiden tersebut menjadi bahan evaluasi agar proses produksi dan penyebaran konten publik dilakukan dengan lebih teliti. Unggahan yang menuai kritik itu pun telah diperbaiki dan diganti dengan ilustrasi yang sesuai.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemanfaatan teknologi AI dalam pembuatan desain dan konten digital tetap membutuhkan pengawasan manusia.

Baca Juga :  HPN 2022, Sekjen DPP PWRI : Momentum Perbaiki Kualitas Jurnalisme

Terlebih jika materi yang dibuat berkaitan dengan simbol negara yang memiliki aturan, nilai sejarah, dan makna filosofis yang tidak boleh diabaikan.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, akurasi dan ketelitian tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kredibilitas informasi yang disampaikan kepada publik.

Kesalahan kecil pada simbol negara dapat memicu perhatian luas dan menjadi bahan evaluasi bagi setiap institusi yang memanfaatkan teknologi digital dalam komunikasi publiknya. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *