9

Dinkes P2KB Sumenep Ingatkan Masyarakat Selalu Waspada Penyakit DBD

  • Bagikan
Dinkes P2KB Sumenep Ingatkan Masyarakat Selalu Waspada Penyakit DBD
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sumenep Achmad Syamsuri

Sumenep, Madura Update – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep ingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg Ellya Fardasah melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Syamsuri mengatakan, penderita penyakit DBD di Kabupaten Sumenep masih marak bahkan cenderung meningkat.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

“Dengan maraknya DBD di wilayah Kabupaten Sumenep, kami mengajak kepada masyarakat untuk lebih waspada,” katanya, Jumat, 17 Mei 2024.

Syamsuri mengungkapkan, meski saat ini memang sudah mulai masuk awal kemarau, namun tidak menutup kemungkinan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab penyakit DBD tetap ada.

“Nyamuk Aedes Aegypti masih ada karena mungkin masih ada sisa-sisa genangan air di sekitar rumah, jadi masyarakat tetap harus upayakan menerapkan 3M Plus,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dinkes Sumenep Alokasikan DBHCHT 2021 Untuk Tiga Hal Ini

Berdasarkan data Dinkes P2KB Sumenep per tanggal 15 Mei 2024, penderita DBD di Sumenep berjumlah 13 orang dengan 6 pasien tercatat sebagai penderita baru.

“Update data tanggal 15 Mei kemarin, jumlah penderita baru 6, jumlah kumulatif 853, jumlah masih dirawat 13 dengan rincian di Puskesmas 8, di RS 5. Sedangkan pasien DBD yang sudah sembuh 834 orang,” ujar Syamsuri.

Sementara ini, pasien DBD terbanyak ada di dua Puskesmas. Puskesmas Bluto dengan 79 pasien dan Puskesmas Saronggi sebanyak 76 pasien.

“Jumlah penderita mungkin akan berubah (bisa bertambah, bisa berkurang) setiap hari, karena kami updating data setiap hari dari 30 Puskesmas dan RS,” jelas Syamsuri.

Baca Juga :  Semarak HSN 2021 PCNU Sumenep Dimulai, Ini Agenda Kegiatannya

Yang pasti, Dinkes P2KB Sumenep sudah melakukan antisipasi terhadap penyebaran penyakit DBD. Melalui Puskesmas dari awal telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, Dinkes P2KB Sumenep juga mengefektifkan kerja bakti, bekerja sama dengan lintas sektor (Forkopimka) sampai tingkat desa untuk melakukan pencegahan terhadap berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

“Langkah kami juga mengaktifkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan cara 3M Plus, serta mengaktifkan Pusling untuk woro-woro di tempat keramaian seperti di pasar dan yang lainnya,” terang Syamsuri.

Sosialisasi juga dilakukan di Posyandu, balai desa, kecamatan, bahkan di tempat perkumpulan ibu-ibu. Hal itu guna memberikan pemahaman kepada masyarakat cara mengantisipasi DBD.

Baca Juga :  RSUDMA Sumenep Manjakan Pasien Difabel dengan Guiding Block

“Kita harus mulai dari diri kita, atau dari rumah dulu, lalu ke lingkungan sekitar mengaktifkan PSN dan 3M Plus dan menerapkan perilaku bersih dan sehat,” tegas Syamsuri.

Tindakan antisipasi DBD tentu ada yang lebih nyata. Yakni dengan cara fogging atau pengasapan di sekitar rumah penderita DBD.

Namun, fogging juga tidak cukup karena hanya membunuh nyamuknya saja, edangkan jentiknya akan menetas dan menjadi nyamuk.

Karena itu, Dinkes P2KB Sumenep juga gencar melakukan PSN melalui kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di tingkat desa untuk memantau dan menganalisa jentik yang ada di lingkungan desa masing-masing.

“Kalau untuk di lembaga sekolah ada Kader UKS untuk memantau jentik yang ada di sekolah,” pungkas Syamsuri. (mad/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *