9

Festival Tan Pangantanan Kenalkan Tradisi Lokal kepada Generasi Muda

  • Bagikan
Festival Tan Pangantanan Kenalkan Tradisi Lokal kepada Generasi Muda
Festival Tan Pangantanan Kenalkan Tradisi Lokal kepada Generasi Muda

Sumenep, Madura Update – Upaya Pemkab Sumenep dalam melestarikan tradisi lokal terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak sejak usia dini. Salah satunya melalui Festival Tan Pangantanan.

Festival yang masuk dalam kalender event 2026 ini berlangsung di depan SDN I Pajagalan, Minggu (23/8/2026), dan diikuti sebanyak 19 kelompok siswa TK dan SD dari sejumlah kecamatan.

Kegiatan itu mengangkat tradisi Tan Pangantanan yang dikemas dalam bentuk arak-arakan. Para peserta tampil dengan busana layaknya pasangan pengantin menggunakan pakaian khas Sumenep.

Tidak hanya mengenakan busana tradisional, peserta juga membawa berbagai barang seperti makanan tradisional, sembako dan hasil pertanian. Barang-barang tersebut menjadi simbol seserahan dalam tradisi Tan Pangantanan.

Baca Juga :  Dua Pelaku Curanmor di Kecamatan Kota Sumenep Diringkus Polisi

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengenal tradisi lokal secara langsung. Anak-anak tidak hanya menyaksikan, tetapi turut menjadi bagian dalam menampilkan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Sumenep.

Ketua Panitia Festival Tan Pangantanan, Herli Wahyudi, mengatakan pengenalan tradisi kepada anak-anak sejak dini penting dilakukan agar warisan budaya daerah tetap dikenal di tengah perubahan zaman.

“Anak-anak bisa mengenal Tan Pangantanan secara langsung. Jadi bukan hanya mengetahui namanya, tetapi memahami bagaimana tradisi itu dilakukan dan nilai yang ada di dalamnya,” ujar Herli.

Baca Juga :  Zainal Abidin Bagikan Ratusan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak PPKM

Menurutnya, Tan Pangantanan tidak sekadar menjadi permainan atau pertunjukan. Di dalamnya terdapat nilai pendidikan, sosial, kerukunan dan kebudayaan yang dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda.

Karena itu, festival tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi Tan Pangantanan. Keterlibatan pelajar dinilai penting untuk membangun kedekatan generasi muda dengan budaya daerahnya.

Festival tahun ini diikuti enam kelompok TK dan 13 kelompok SD. Peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumenep.

Untuk kategori TK, juara pertama diraih perwakilan Kecamatan Manding, disusul Dasuk, Rubaru, Pasongsongan, Ambunten dan Batuputih.

Baca Juga :  Enam Fokus Pembangunan Sumenep, Bappeda Tekankan Pemerataan dan Daya Saing

Sedangkan kategori SD, juara pertama diraih Kecamatan Lenteng, kemudian Dasuk, Talango, Saronggi, Dungkek dan Rubaru.

Herli berharap pelestarian tradisi Tan Pangantanan mendapat dukungan dari berbagai pihak, sehingga keberadaannya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.

“Kami mengharapkan masyarakat berpartisipasi dalam menjaga budaya lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, tradisi Tan Pangantanan bisa lestari dan tetap menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sumenep,” pungkasnya. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *