9

Festival Perempuan Pesisir 2026 Jadi Wadah Pemberdayaan dan Promosi Wisata Pantai Sumenep

  • Bagikan
Festival Perempuan Pesisir 2026 Jadi Wadah Pemberdayaan dan Promosi Wisata Pantai Sumenep
Festival Perempuan Pesisir 2026 Jadi Wadah Pemberdayaan dan Promosi Wisata Pantai Sumenep

Sumenep, Madura Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Perempuan Pesisir 2026 yang berlangsung di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Kalender Event Sumenep 2026 itu terselenggara berkat kolaborasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep bersama Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (DPD KPPI) Kabupaten Sumenep.

Festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan peran penting perempuan pesisir dalam menjaga budaya, mengembangkan ekonomi kreatif, serta mendukung sektor pariwisata daerah.

Baca Juga :  Kepala Bappeda Sumenep Ajak Mahasiswa Terlibat Aktif dalam Pembangunan

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Zaini mengatakan, penyelenggaraan festival ini merupakan langkah awal pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang ekspresi bagi perempuan pesisir.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bahwa kegiatan tersebut layak dijadikan agenda rutin setiap tahun.

“Festival ini menjadi yang pertama kami laksanakan. Melihat respons masyarakat yang sangat baik, kami berharap dapat menjadikannya sebagai agenda tahunan dalam Kalender Event Sumenep,” kata Zaini.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah ingin menghadirkan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD KPPI Kabupaten Sumenep, Yusnaniyah, menilai festival ini menjadi media untuk memperlihatkan besarnya kontribusi perempuan dalam kehidupan masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Pilkades Parsanga, Mohammad Shalehoddin Raih Suara Terbanyak

Selama ini, kata dia, perempuan tidak hanya berperan mengurus rumah tangga, tetapi juga terlibat aktif dalam mengolah hasil laut, mengembangkan usaha mikro, hingga menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa perempuan pesisir memiliki kreativitas, kemampuan, dan peran besar dalam menopang ekonomi keluarga sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujarnya.

Berbagai atraksi ditampilkan sepanjang festival, mulai dari pertunjukan tari bertema pesisir, musik tradisional Madura, pameran alat tangkap nelayan tradisional, miniatur perahu, hingga peragaan busana berbahan daur ulang yang mengangkat isu pelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Pengamat: Plt. Sekda Sumenep Harus Pejabat Berprestasi dan Bebas Kontroversi

Pengunjung juga disuguhi bazar kuliner berbahan dasar hasil laut yang diolah oleh kelompok perempuan pesisir, serta peluncuran buku yang mengangkat kisah dan kiprah perempuan pesisir di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Dasuk, kepala desa se-Kecamatan Dasuk, serta perwakilan organisasi perangkat daerah turut hadir menyaksikan jalannya festival.

Melalui penyelenggaraan Festival Perempuan Pesisir, Pemkab Sumenep berharap potensi wisata Pantai Slopeng semakin dikenal luas, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui pengembangan budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *