9

Bahlil Lahadalia Bantah Investasi di Indonesia Dikuasai China

  • Bagikan
Bahlil Lahadalia Bantah Investasi di Indonesia Dikuasai China
Bahlil Lahadalia Bantah Investasi di Indonesia Dikuasai China

Sumenep, Madura Update – Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Bahlil Lahadalia membantah isu investasi di Indonesia dikuasai oleh China.

Pihaknya menegaskan, selain China ada banyak negara lain yang juga menaruh investasi di Indonesia.

Bahlil awalnya mengatakan bahwa pada kuartal I-2024, Indonesia menaruh target investasi sebesar Rp 1.650 triliun. Realisasi investasi pun sudah mencapai Rp 401,5 triliun atau 24% dari target. Menurutnya, jumlah itu sangat banyak.

“Kalau uang itu dirupiahkan di dalam gedung ini tidak cukup untuk ditampung,” kata Bahlil dilansir dari detikcom.

Baca Juga :  HPN 2022, Sekjen DPP PWRI : Momentum Perbaiki Kualitas Jurnalisme

Ia menjelaskan, ada sejumlah negara yang menaruh banyak investasi di Indonesia. Pada 2023, negara terbanyak pertama adalah Singapura, posisi kedua adalah China.

Menyusul berikutnya adalah Hong Kong, Jepang, Malaysia, Amerika. Uni Eropa bahkan sudah masuk dalam daftar 10 negara terbesar yang berinvestasi di Indonesia.

Oleh sebab itu berkaca dari data yang ada, Bahlil membantah jika ada satu negara tertentu yang menguasai jumlah investasi di Indonesia.

“Jadi kalau ada yang berbicara investasi kita hanya dikuasi satu negara tertentu yaitu China itu bohong besar karena (ada) datanya ini. Dan data ini di negara yang punya cuma dipunyai kementerian investasi,” bebernya.

Baca Juga :  29 Polres Jajaran Polda Jatim Terima Penghargaan Pelayanan Publik dari Menpan RB

Di sisi lain, Bahlil pun menjelaskan penyebab Singapura menjadi negara dengan investasi terbanyak di Indonesia. Ia mengatakan bahwa investasi dari Indonesia sebetulnya tidak berasal dari uang orang Singapura tapi berasal dari uang orang Indonesia.

“Sebagian adalah uang orang Indonesia yang ditaruh di Singapura baru diinvestasi di Indonesia. Singapura menjadi hub pembangunan investasi kita,” pungkasnya. (red/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *