9

Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

  • Bagikan
Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Dorong Pesantren Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sumenep, Madura Update – Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong penguatan kemitraan dengan pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengungkapkan, pesantren memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Selain menjadi pusat pendidikan agama dan pembentukan akhlak, pesantren juga berpotensi melahirkan generasi muda yang mandiri, kreatif, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.

Hal itu disampaikan Fauzi saat menghadiri Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Sukses Gelar Mudik Gratis 2025 ke Kepulauan

Ia menjelaskan, kerja sama antara Pemkab Sumenep dan pesantren dapat dikembangkan melalui berbagai program sesuai kewenangan pemerintah daerah, kemampuan anggaran, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Santri perlu mendapatkan ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi diri, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi,” ujarnya.

Fauzi menegaskan, penguatan sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, pengembangan keterampilan generasi muda, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penumbuhan jiwa kewirausahaan di kalangan santri.

Dengan dukungan berbagai pihak, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga dibekali keterampilan dan kreativitas untuk mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Anggota Polisi

Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta pelaku usaha untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan lingkungan pesantren.

“Kami mengharapkan seluruh elemen masyarakat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para santri, supaya mereka berkembang, berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan,” katanya.

Bupati berharap, keterlibatan pesantren dalam pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Sumenep. Terlebih, potensi santri yang didukung pendidikan, keterampilan, dan kesempatan berusaha dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Edukasi Siswa Agar Gemar Menabung

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pesantren yang selama ini berperan dalam pendidikan dan pembinaan generasi muda.

“Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan akhlak, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menyiapkan generasi muda Kabupaten Sumenep yang kompeten, mandiri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah,” pungkasnya. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *