MDR  

Bupati Sumenep Minta Kepolisian Usut Tuntas Kerusuhan di Festival Dewi Cemara 2023

Bupati Sumenep Minta Kepolisian Usut Tuntas Kerusuhan di Festival Dewi Cemara 2023
Bupati Sumenep Minta Kepolisian Usut Tuntas Kerusuhan di Festival Dewi Cemara 2023

Sumenep, Madura Update – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi Wongsojudo meminta aparat kepolisian mengusut tuntas peristiwa kerusuhan yang terjadi di Festival Dewi Cemara 2023.

Menurutnya, pelaku atau provokator yang menjadi dalang kerusuhan harus diproses dan ditindak dengan tegas.

“Saya minta jajaran Polres Sumenep untuk mengusut tuntas kericuhan di acara itu, karena telah merusak kegiatan tahunan provinsi Jawa Timur,” kata Bupati Fauzi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Bupati mengungkapkan, jajaran penegak hukum Polres Sumenep harus menindak pelaku yang terlibat kericuhan dengan tegas. Sehingga tidak ada lagi kejadian serupa pada kegiatan lainnya.

Baca Juga :  Anugerah Pandu Negeri 2024, Pemkab Sumenep Raih Predikat Kinerja dan Governasi Sangat Memuaskan

Apalagi acara Festival Dewi Cemara ini digelar Pemprov Jatim untuk membangun kekompakan dan kebersamaan Kabupaten atau Kota di Jawa Timur demi membangun daerah melalui desa wisata.

“Para pelaku yang membuat kerusuhan di kegiatan itu harus ada tindakan secara hukum, supaya di gelaran lainnya tidak semena-mena merusak acara,” ujarnya.

Pihaknya sangat menyayangkan terjadinya kericuhan di Festival Dewi Cemara, mengingat kedua musik tong-tong ini hanya tampil untuk memeriahkan serta menghibur para peserta yang berasal dari luar daerah dan masyarakat atau pengunjung.

Baca Juga :  Plt Kasatpol PP Sumenep Minta Ibu-ibu DWP Tak Ganggu Tugas Suami

Saat ini, dirinya berada di luar kota untuk mengikuti pengajian dan mendapat laporan telah terjadi kericuhan di Festival Dewi Cemara, sehingga siapapun yang terlibat untuk ditindak tegas secara hukum.

“Saya mendorong aparat penegak hukum melakukan langkah-langkah prosedural untuk mengungkap siapa provokator dan pelaku kericuhan,” tuturnya.

Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada peserta Festival khususnya yang berasal dari luar Kabupaten Sumenep atas kericuhan saat pembukaan yang menganggu acara.

“Pemerintah daerah prihatin dengan kejadian ini dan terkait dengan kericuhan yang menyebabkan kerusakan kami menyerahkan kepada aparat kepolisian,” pungkasnya. (sk/kara)

Baca Juga :  Ikuti JJS Spektra, Bukti Kedekatan Bupati Fauzi dengan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *