Sumenep, Madura Update – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Sumenep tahun ini diwarnai dengan gelaran Kejuaraan Bulutangkis Sumenep Cup 2026.
Kegiatan yang berlangsung di GOR Badminton Sumekar sejak 24 hingga 27 April tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga diarahkan sebagai sarana pembinaan atlet muda sejak dini.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim mengungkapkan, kejuaraan ini memiliki nilai lebih dari sekadar mencari pemenang. Menurutnya, olahraga bulutangkis dapat menjadi media efektif dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana membangun mental, kedisiplinan, dan sportivitas para peserta,” ujarnya saat membuka kegiatan, Jumat (24/04/2026).
Ia menilai, kegiatan olahraga yang dikemas dalam momentum Hardiknas memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya generasi unggul.
Selain mengasah kemampuan teknis, ajang seperti ini juga memberi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu menumbuhkan bakat generasi muda, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Harapannya, dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah,” tambahnya.
Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan olahraga dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fisik yang sehat dan mental yang kuat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Ihsan, mengungkapkan, kejuaraan Hardiknas Cup tahun ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
“Total ada 285 peserta yang ambil bagian, mulai dari siswa SD, SMP, SMA/SMK/MA, hingga guru, tenaga kependidikan, UPT, dan juga kategori veteran,” jelasnya.
Ia menambahkan, beragam kategori pertandingan disiapkan agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan berharap tercipta kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat kolaborasi antara pelajar, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Kejuaraan ini juga menjadi wadah mempererat kebersamaan serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan olahraga,” pungkasnya. (ai/kara)












