9

Pemkab Sumenep Komitmen Lestarikan Budaya Islam

  • Bagikan
Pemkab Sumenep Komitmen Lestarikan Budaya Islam
Pemkab Sumenep Komitmen Lestarikan Budaya Islam

Sumenep, Madura Update Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya islam salah satunya dengan menggelar festival hadrah dan santunan anak yatim di depan Masjid Jamik, Jumat (11/07/2025) malam.

Festival hadrah dalam rangka Gebyar Muharram 1447 Hijriah ini bertajuk “Hadrah Klasik Warisan Madura, UMKM Kuatkan Ekonomi Umat”. Festival diikuti oleh enam grup hadrah yang tampil bergantian di panggung utama.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, festival hadrah tidak hanya menjadi ajang hiburan bernuansa religi saja, tetapi merupakan langkah konkret untuk melestarikan budaya Islam di tengah arus modernisasi dan digitalisasi saat ini.

Baca Juga :  Pisah Sambut Kapolres Sumenep, Bupati Achmad Fauzi; Terima Kasih dan Selamat Datang

“Festival Hadrah wujud nyata bahwa seni Islam tetap hidup dan tumbuh di masyarakat tengah, melalui syair-syair pujian untuk mencintai Rasulullah SAW,” kata Fauzi.

Melalui festival ini diharapkan, generasi muda semakin mencintai budaya Islam serta melestarikannya, dengan mengekspresikan kecintaan mereka terhadap agama melalui seni dan budaya yang santun serta edukatif.Pajak kuliner Sumenep

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal budaya luar yang bersifat global, tetapi bangga dan aktif dalam kegiatan seni Islami, seperti hadrah sebagai identitas jati diri yang religius dan berbudaya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Wajibkan Kontraktor Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah daerah pada kegiatan itu melibatkan puluhan UMKM yang berjualan, guna menyemarakkan kegiatannya sekaligus sebagai upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bupati mengatakan, berkomitmen mendukung kegiatan seni keagamaan dan kebudayaan Islam lainnya, agar tetap hidup dan berkembang di masyarakat, supaya menjadi bagian dalam pembangunan daerah. Tempat wisata keluarga Sumenep

Oleh karena itu, unsur seni dan budaya Islam harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam proses pembangunan daerah, baik dari sisi sosial, pendidikan, maupun ekonomi kreatif.

“Pemerintah daerah mendukung pelestarian budaya Islam merupakan bagian penting, untuk membentuk karakter masyarakat yang religius, beradab, dan berdaya saing,” pungkasnya. (sk/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *