9

Utamakan Kualitas, Anggaran Program RTLH di Sumenep Bertambah dan Lebih Luas

  • Bagikan
Utamakan Kualitas, Anggaran Program RTLH di Sumenep Bertambah dan Lebih Luas
Utamakan Kualitas, Anggaran Program RTLH di Sumenep Bertambah dan Lebih Luas

Sumenep, Madura Update – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hunian bagi warga yang kurang mampu.

Kepala Disperkimhub Sumenep, Yayak Nurwahyudi mengatakan, alokasi anggaran untuk program RTLH tahun 2025 sebesar Rp 3,1 miliar.

Meski jumlah penerima tahun ini berkurang menjadi 117 orang dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 150, namun nilai bantuan per rumah lebih besar dibanding tahun 2024.

“Jika tahun lalu Rp20 juta, tahun ini satu unit rumah kami anggarkan Rp30 juta. Penerima tidak menerima uang tunai, melainkan rumah yang sudah selesai dibangun dan siap huni,” katanya.

Baca Juga :  Menyala di Malam Anugerah Inovasi Daerah, Bagian Hukum Setdakab Sumenep Raih Juara II Inovasi Tata Kelola Pemerintahan

Rincian anggaran Rp30 juta per rumah meliputi Rp17,6 juta untuk material bangunan dan Rp12,4 juta untuk upah tukang beserta pajak.

Dengan tambahan ini, ukuran rumah tahun 2025 juga lebih luas, yakni 6×4 meter, meningkat dari tahun lalu yang hanya 5×4 meter.

Hingga saat ini, 19 rumah telah tuntas dibangun dan diserahkan kepada penerima. Lisal menegaskan, proses pembangunan dilakukan bertahap agar hasilnya maksimal.

“Prosesnya harus sesuai mekanisme administrasi, distribusi material, serta kesiapan tenaga di lapangan. Kami pastikan seluruh penerima akan mendapatkan haknya sesuai jadwal,” jelasnya.

Baca Juga :  Ikuti JJS Spektra, Bukti Kedekatan Bupati Fauzi dengan Masyarakat

Program RTLH 2025 tersebar di berbagai kecamatan daratan, antara lain Batuan, Pragaan, Kota, Guluk-Guluk, Ganding, Lenteng, Dasuk, Batang Batang, Batuputih, Bluto, Gapura, Kalianget, Manding, Rubaru, dan Saronggi. Sementara di kepulauan meliputi Gayam, Sapeken, dan Nonggunung.

Langkah Disperkimhub ini mendapat apresiasi karena bukan hanya memperhatikan jumlah penerima, tetapi juga kualitas rumah yang dibangun.

Dengan ukuran lebih luas dan spesifikasi lebih layak, program ini diyakini memberi dampak nyata dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin.

“Target kami jelas, 117 unit harus tuntas sesuai tahun anggaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (di/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *