9

PWRI Sumenep Dorong Semua Pihak Bersinergi Majukan Olahraga di Bumi Sumekar

  • Bagikan
PWRI Sumenep Dorong Semua Pihak Bersinergi Majukan Olahraga di Bumi Sumekar
PWRI Sumenep Dorong Semua Pihak Bersinergi Majukan Olahraga di Bumi Sumekar

Sumenep, Madura Update – DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumenep menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Sumenep Menuju Porprov 2027 di Pendopo Keraton Sumenep, Rabu, 19 November 2025.

FGD yang diinisiasi PWRI ini dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Sumenep KH. Samioedin, Rektor Universitas PGRI Sumenep Dr. Asmoni, wakil ketua KONI Sumenep, Disbudporapar, serta delegasi dari 20 cabang olahraga di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini menjadi forum dialog strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, komunitas pers, akademisi, dan pelaku olahraga untuk merumuskan langkah menuju olahraga Sumenep yang lebih maju dan berprestasi.

Baca Juga :  Bupati Achmad Fauzi Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Nasional Peduli UMKM

Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, mengatakan, organisasinya berkomitmen kuat untuk menjadi komunitas kewartawanan yang menyediakan ruang khusus untuk peliputan dan pengembangan dunia olahraga di Sumenep.

“PWRI akan menjadi salah satu komunitas kewartawanan di Kabupaten Sumenep yang menyediakan ruang khusus peliputan di bidang olahraga,” ujarnya.

Ia menegaskan, PWRI Sumenep siap bersinergi dan mendorong Pemerintah Daerah, utamanya dalam bidang olahraga.

“Kami siap terus mendorong, bersinergi demi membantu Pemerintah Daerah, dalam hal ini, utamanya di bidang olahraga,” tukasnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Santri Ala DPC PWRI Sumenep

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya seluruh pihak bergandengan tangan dalam memajukan olahraga dan mencetak generasi muda berbakat.

Wabup secara khusus meminta Disbudporapar agar memastikan atlet berbakat Sumenep tidak dikontrak atau di-bon oleh daerah lain dan mengusulkan adanya MoU untuk melindungi potensi lokal.

Ia juga menekankan bahwa perencanaan olahraga harus berbasis data potensi lokal, karena “Bakat yang ada tidak akan menguat dan maju jika tidak didasarkan pada data,” pungkasnya. (gem/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *