9

Harkitnas Jadi Momentum Perkuat Pendidikan dan Kemandirian Desa

  • Bagikan
Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentum Perkuat Pendidikan dan Kemandirian Desa
Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentum Perkuat Pendidikan dan Kemandirian Desa

Sumenep, Madura Update – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan kemandirian desa sebagai fondasi kemajuan daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional di halaman Kantor Bupati Sumenep, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, semangat kebangkitan yang diwariskan para pendiri bangsa harus diterjemahkan dalam langkah nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan ekonomi kerakyatan.

“Makna kebangkitan saat ini bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi bagaimana kita bersama-sama menyiapkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pesan Bupati Sumenep kepada Pelajar : Jauhi Pergaulan Bebas dan Narkotika

KH. Imam Hasyim menjelaskan, pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan generasi yang mampu bersaing dan berkontribusi bagi daerah maupun bangsa. Karena itu, berbagai upaya pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran harus terus didorong.

Ia menilai pendidikan tidak hanya berfungsi mencetak individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter, etika, serta rasa tanggung jawab sosial yang kuat.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dari ruang-ruang kelas hari ini akan lahir pemimpin, inovator, dan penggerak pembangunan di masa depan,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Gelar Diversifikasi Pangan Lokal dan Pangan Murah di Sumenep

Selain pendidikan, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Menurutnya, desa yang memiliki kekuatan ekonomi akan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya.

Penguatan ekonomi desa, lanjut dia, menjadi bagian dari upaya menciptakan pemerataan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

“Ketika desa berkembang dan masyarakat memiliki akses ekonomi yang lebih baik, maka kualitas hidup warga juga meningkat. Kondisi itu akan berdampak langsung pada pembangunan sumber daya manusia,” jelasnya.

Baca Juga :  Peringati Harkodia 2024, Pemkab Sumenep Hadirkan Motivator Nasional

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, hingga masyarakat itu sendiri. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia harus terus dijaga untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, KH. Imam Hasyim berharap masyarakat semakin optimistis dalam menyongsong masa depan dan terus berkontribusi sesuai peran masing-masing.

“Semangat kebangkitan harus diwujudkan dalam kerja nyata, inovasi, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan begitu, kita dapat membangun daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *