9

Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berbagi dari Tanah Suci, Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan dan Larangan Ihram Saat Melaksanakan Haji

  • Bagikan
Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berbagi dari Tanah Suci, Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan dan Larangan Ihram Saat Melaksanakan Haji
Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berbagi dari Tanah Suci, Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan dan Larangan Ihram Saat Melaksanakan Haji

Sumenep, Madura Update – Melaksanakan ibadah haji merupakan perintah agama yang termaktub dalam rukun IsIam. Namun, tidak semua umat IsIam mampu melaksanakan tergantung kondisi ekonomi masing-masing.

Hairil Fajar, Dirut BPRS Bhakti Sumekar yang melaksanakan ibadah haji tahun ini berbagi pengalaman dari tanah suci. Dia mengingatkan para jemaah tentang pentingnya menjaga kesehatan saat melaksanakan ibadah haji.

Kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, terutama pada musim panas, dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi para jamaah haji, salah satunya adalah serangan heatstroke.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Edukasi Siswa Agar Gemar Menabung

“Oleh karena itu, menjaga kesehatan dan mencegah heatstroke menjadi sangat penting selama pelaksanaan haji,” ujar Fajar.

Menurutnya, menjaga kesehatan dan mencegah heatstroke sangat penting selama menjalankan ibadah haji.

Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan dan mengetahui cara menangani heatstroke, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan khusyuk.

“Persiapan yang baik dan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan pribadi akan membantu jamaah menghindari risiko kesehatan yang berbahaya, sehingga dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan penuh berkah,” tuturnya.

Baca Juga :  Alun-alun Kota Sumenep Ditutup Saat Malam Tahun Baru 2022

Selain itu, Dirut BPRS Bhakti Sumekar ini juga mengingatkan pentingnya menjaga larangan ihram. Sebab, salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan haji adalah memakai ihram, yang menandai dimulainya rangkaian ibadah haji.

Fajar mengungkapkan, ihram adalah kondisi suci yang dimulai dengan niat haji atau umrah dan memakai pakaian ihram.

Pakaian ihram untuk pria terdiri dari dua helai kain putih tanpa jahitan, sementara wanita mengenakan pakaian yang menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan.

“Dengan memahami dan mematuhi larangan ihram, jamaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan diterima oleh Allah SWT. Menjaga kesucian dan kekhusyukan selama haji bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan menuju keberkahan dan pahala yang berlipat ganda,” pungkasnya. (mad/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *