Sumenep, Madura Update – Memasuki bulan Ramadan 1445 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar Bazar Takjil Ramadan dengan melibatkan para pelaku UMKM di kabupaten setempat, Rabu (13/3/2024).
Bazar Takjil Ramadan yang berlangsung di Jalan Kesatrian atau di depan Markas Kodim 0827 Sumenep itu akan berlangsung sejak awal hingga akhir bulan Ramadhan.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, bazar takjil Ramadan merupakan program pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Makanya pada kegiatan bazar takjil ini kita melibatkan UMKM, tujuannya tentu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama para pelaku UMKM,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam sambutannya yang dibacakan Sekdakab Sumenep, Edy Rasiyadi.
Bupati mengungkapkan, masyarakat Sumenep pada bulan puasa memiliki kebiasan unik yakni mengisi waktu sore dengan kegiatan jalan-jalan atau yang biasa disebut “nyare malem”.
Oleh sebab itu, Pemkab Sumenep menyediakan tempat yang dikemas dengan fersitval bazar takjil Ramadan agar masyarakat bisa menyalurkan kebiasaan “nyare malem” itu ke tempat tersebut dan berbelanja kebutuhan untuk berbuka puasa.
“‘Nyare malem’ sambil belanja produk UMKM,” ungkapnya.
“Harapannya, kegiatan ini dapat membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat khususnya UMKM di Sumenep,” tambahnya.
Bupati menegaskan, Pemkab Sumenep berkomitmen untuk terus mendukung dan memberdayakan UMKM guna menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Dengan adanya bazar takjil Ramadhan ini, diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi perekonomian masyarakat setempat, terutama dalam menghadapi bulan suci Ramadhan.
Namun demikian, Bupati yang mempunyai jargon Bismillah Melayani dalam pemerintahannya ini meminta kepada seluruh pedagang yang berjualan pada festival bazar takjil ramadhan agar menjamin kebersihan dan kesehatan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat.
“Kami harap makanan yang dijual harus benar-benar sehat dan terhindar dari bahan yang berbaya bagi kesehatan,” pungkasnya. (nuri/kara)






