9

Bappeda Sumenep Tampilkan Arah Pembangunan Berbasis Data di Madura Night Vaganza 2026

  • Bagikan
Bappeda Sumenep Tampilkan Arah Pembangunan Berbasis Data di Madura Night Vaganza 2026
Bappeda Sumenep Tampilkan Arah Pembangunan Berbasis Data di Madura Night Vaganza 2026

Sumenep, Madura Update — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep memanfaatkan ajang Madura Night Vaganza (MNV) 2026 untuk memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana proses pembangunan daerah dirancang dan ditentukan.

Melalui stan Pameran Pembangunan di GOR A. Yani Pangligur, Bappeda tidak hanya menampilkan hasil pembangunan, tetapi juga menyuguhkan informasi mengenai kebijakan, program prioritas, indikator pembangunan hingga inovasi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Konsep stan dibuat dengan sentuhan budaya Keraton Sumenep. Sejumlah informasi dikemas dalam bentuk infografis sehingga pengunjung dapat melihat gambaran pembangunan daerah secara lebih sederhana.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan, keterlibatan Bappeda dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses informasi kepada masyarakat terkait proses perencanaan pembangunan.

Menurutnya, pembangunan daerah memiliki proses panjang yang diawali dengan identifikasi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Karena itu, data menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan kebijakan.

Baca Juga :  Bappeda Sumenep Perkuat Sektor Unggulan untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi

“Dengan memahami proses perencanaan pembangunan, masyarakat dapat ikut berpartisipasi sekaligus mengawal pelaksanaan berbagai program Pemerintah Kabupaten Sumenep,” kata Arif, Kamis (27/8/2026).

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam stan Bappeda adalah delapan program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029.

Program tersebut antara lain menyasar peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, penguatan layanan kesehatan, pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, serta penguatan ekonomi kawasan dan desa.

Pemkab Sumenep juga menempatkan pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, penanganan persoalan sosial, serta peningkatan infrastruktur dan transportasi menuju wilayah kepulauan sebagai bagian dari prioritas pembangunan.

Bappeda turut memberikan gambaran mengenai mekanisme penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Mulai dari rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD hingga penetapan RKPD.

Baca Juga :  Stop Peredaran Rokok Ilegal, Satpol PP Sumenep Pasang Poster di Toko dan Swalayan

Penyampaian tahapan tersebut dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa program pemerintah tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses perencanaan yang melibatkan berbagai pihak.

Selain program prioritas, pengunjung juga dapat melihat sejumlah indikator yang digunakan untuk membaca perkembangan pembangunan Sumenep. Di antaranya tingkat pengangguran terbuka, angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Gini.

Berbagai inovasi pemerintah daerah juga diperkenalkan melalui stan tersebut, seperti e-Stunting, E-SAKIP dan Peti Koin Bermantra yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi produktif masyarakat.

Arif menjelaskan, penyajian data pembangunan bukan sekadar untuk menunjukkan capaian pemerintah. Data tersebut juga menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam menentukan kebijakan berikutnya.

“Data pembangunan memberikan gambaran mengenai perkembangan Kabupaten Sumenep. Data tersebut penting untuk mengevaluasi capaian sekaligus menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan selanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Bappeda Sumenep Pastikan Perencanaan Pembangunan Berbasis Aspirasi Warga

Ia menambahkan, penggunaan data yang terukur membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih objektif. Dengan begitu, kebijakan yang disusun dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Melalui data yang terukur, pemerintah dapat mengidentifikasi perkembangan, tantangan dan kebutuhan masyarakat secara lebih tepat, sehingga perencanaan pembangunan bisa efektif dan tepat sasaran,” katanya.

Keberadaan stan Bappeda di MNV 2026 sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat. Pengunjung tidak hanya melihat apa yang telah dibangun, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai proses di balik penentuan arah pembangunan Kabupaten Sumenep.

Dengan pendekatan tersebut, Bappeda berupaya menjadikan informasi perencanaan pembangunan lebih mudah dipahami dan tidak berhenti sebagai dokumen teknis pemerintahan. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *