Makna dan Filosofi Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 752

Makna dan Filosofi Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 752
Makna dan Filosofi Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 752

Sumenep, Madura Update – Bulan Oktober menjadi bulan yang istimewa bagi masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, di bulan ini, pemerintah bersama masyarakat selalu memperingati hari jadi kabupaten yang jatuh pada tanggal 31 Oktober.

Tahun ini, meski di tengah pandemi, rasa bangga dan euforia menyambut hari jadi kabupaten yang ke 752 tetap terasa. Meski tidak ada event besar yang digelar seperti tahun-tahun sebelum pandemi.

Untuk menambah euforia itu, logo hari jadi kabupaten yang ke 752 pun ditetapkan oleh pemerintah. Ada perpaduan warna merah, hijau dan kuning pada angka hari jadi. Ditambah gambar seperti virus yang berada di tengah angka lima.

Baca Juga :  Dua Tahun Absen Karena Pandemi, Festival Musik Tong-tong Sedot Ribuan Penonton

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Disparbudpora Sumenep, Fatimatus Zuhra mengatakan, terdapat makna dan filosofi di balik logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 752 yang mengangkat tema “Masyarakat Sehat, Sumenep Kuat” itu.

“Tentu saja, ada makna dan filosofinya. Mulai dari angka hingga simbol virus Corona dan garis-garis di angka itu punya makna masing-masing,” katanya kepada media ini.

Ia menjelaskan, angka 7 dan 2 dalam logo hari jadi terinspirasi bentuk keris dan warangkanya. Sebagai penggambaran bahwa Sumenep adalah Kota Keris.

“Warna merah pada angka 7 sebagai simbol keteguhan hati masyarakat Sumenep dalam menghadapi pandemi Covid-19,” terangnya.

Sedangkan warna hijau pada angka 5 sebagai simbol safety dan kehidupan. Artinya, mencerminkan bahwa keamanan dan kesehatan jiwa masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Achmad Fauzi Wongsojudo di Mata Dirut BPRS Bhakti Sumekar : Pemimpin yang Selalu Ingin Berkembang

“Warna kuning pada angka 2 sebagai simbol harapan dan keyakinan. Artinya, keyakinan bahwa setelah semua upaya dengan sinergitas dilakukan akan muncul sebuah harapan, yakni Sumenep terbebas dari pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sementara simbol virus Covid-19 dengan berbagai variannya menunjukkan situasi pandemi yang tengah mewabah di lingkungan masyarakat Sumenep.

Namun warna oranye dalam simbol itu menunjukkan bahwa penanganan pandemi Covid-19 menjadi prioritas program Pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga menjelaskan keberadaan simbol garis di angka 7 dan 2. Untuk simbol garis di angka 7 menunjukkan penggambaran mobilitas warga Sumenep yang terbatas selama masa pandemi.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan, Wabup Nyai Eva : Jadikan Pahlawan Sebagai Inspirasi dalam Kehidupan Berbangsa

Sedangkan simbol garis di angka 2 menunjukkan di tengah keterbatasan itu masyarakat tetap berusaha untuk survive dan tetap beraktivitas dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan.

Wanita yang akrab disapa Bu Fat ini menambahkan, melalui logo hari jadi ini, pemerintah ingin menyampaikan kepada masyarakat agar selalu disiplin menjaga protokol kesehatan serta mendukung tercapainya target vaksinasi.

Sebab, apa yang dilakukan pemerintah pasti bertujuan untuk kebaikan dan pemulihan ekonomi masyarakat. Dan tercapainya target vaksinasi menjadi modal awal.

“Sehingga harapannya, ekonomi jadi kuat, tumbuh membaik, dan masyarakat kembali kuat serta beraktivitas secara normal kembali,” imbuhnya. (mo/kara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *