Sumenep, Madura Update – Penerimaan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.
Meningkatnya penerimaan PBB-P2 yang cukup signifikan itu tentu berbanding lurus dengan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak.
Kepala BPPKAD Sumenep Rudi Yuyianto melalui Plt Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Fardiansyah mengatakan, selama ini instansinya memang terus melakukan inovasi untuk mengoptimalkan penerimaan PBB.
Salah satu inovasi BPPKAD yaitu melalui sosialisasi yang terus digelar di kecamatan-kecamatan dengan melibatkan para aparatur kecamatan dan kepala desa, termasuk perangkat desa.
Tujuan sosialisasi itu tak lain untuk membangun sinergi demi optimalisasi serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perpajakan, khususnya PBB-P2.
Apalagi, lanjut dia, PBB-P2 memang salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh masyarakat dan pada akhirnya akan kembali ke masyarakat melalui pembangunan.
“Alhamdulillah, pembayaran PBB-P2 tahun 2023 untuk periode satu semester ini sudah berjalan sesuai harapan,” kata Fardiansyah, Jumat (14/7/2023).
BPPKAD Sumenep secara konsisten mengajak masyarakat melalui sosialisasi dan inovasinya untuk melunasi tunggakan dan konsisten membayar setiap tahun.
Salah satu inovasi yang paling ditekankan dalam setiap sosialisasi adalah Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dengan cara non tunai.
“Masyarakat diberikan pilihan untuk melakukan pembayaran secara langsungĀ kepada aparatur desa atau Pembayaran Secara Non Tunai,” ujarnya.
Untuk pembayaran secara non tunai bisa dilakukan melalui Bank Jatim, Bank Mandiri, mobile banking, virtual account (VA), PT Pos, Ovo, Tokopedia, Alfamart, Indomart dan Agen Laku Pandai di BUMDes.
Laku Pandai merupakan inovasi baru kanal digital pembayaran PBB-P2 dengan maksud memberdayakan BUMDes sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepad masyarakat dalam hal pembayaran PBB-P2.
“Kami terus berupaya memberikan kemudahan kepada masyarakat agar bisa langsung melakukan pembayaran pajak sesuai selera,” jabarnya.
Selain sosialisasi, BPPKAD Sumenep juga memasang pamflet di daerah strategis di desa-desa untuk mengingatkan masyarakat agar berantusias membayar PBB-P2.
Inovasi-inovasi itu pun terbilang suskes. Dari target PBB-P2 tahun 2023 sebesar Rp 5.250.000.000, hingga saat ini sudah tercapai di atas 60 persen.
“Di tahun 2022, dengan target yang sama sampai akhir tahun berhasil mengumpulkan Rp 6.996.195.330 atau 133.26 persen. Sementara di tahun 2020, dicapai 111.08 persen dari target Rp 5 miliar atau terkumpul Rp 5,5 miliar,” pungkas Fardiansyah. (mad/kara)















