Sumenep, MaduraUpdate.com– Sebuah pamflet dengan tagar Annuqayah Memanggil ramai di media sosial Facebook.
Dalam pamflet tersebut, tertulis “Kita Adalah Santri dari Kiai Berjiwa Pejuang Ketidakadilan Mesti Kita Lawan #Annuqayah Memanggil Kita Siap Lahir-Batin”.
Tagar Annuqayah Memanggil ini muncul ketika yayasan Annuqayah melayangkan surat keberatan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep pada Jumat 2 Juni 2022 berkaitan pengalihan kasus pemalsuan dokumen BOP Annuqayah yang sebelumbua dilaporkan sebagai Tindak Pidan Umum (Tipidum).
Namun belakangan, kasus pemalsuan BOP Annuqayah yang terjadi sejak tahun 2021 silam itu di P19 kan oleh Kasi Pidum Kajari Sumenep, yang artinya dialihkan ke Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Surat keberatan tersebut langsung diantarkan oleh Ketua Umum IAA Pusat, Dr. Abd. Aziz N dan diterima oleh bagian pelayanan Kejari Sumenep.
Atas beredarnya pamflet di media sosial facebook tersebut, dibenarkan M.Yunus Basri Alhasni, salah satu alumni Pondok-Pesantren Annuqayah asal Kepulauan Sapeken.
Ia menegaskan, sebagai alumni, dirinya siap menunggu perintah atau komando dari para masyaikh atau Kyai, dirinya memastikan akan segera merapat bersama alumni lainnya yang ada di Kecamatan Sapeken.
“Saya bersama teman-teman alumni tinggal menunggu komando saja. Dan kami siap berangkat demi keadilan dan marwah Annuqayah” katanya, melalui pesan singkat, Senin, 6 Juni 2022.
Yunus mengakui, penyebaran pamflet dengan tagar Annuqayah Memanggil tersebut diunggahnya sebagai bentuk pembelaan terhadap almamaternya, sekaliagus sebagai bentuk perlawanan akan ketidak adilan oleh oknum penegak hukum.
Terpantau, pamflet tersebut tidak hanya mejeng diakun facebook Sunan Jogopolo milik M.Yunus, namun banyak alumni yang memasangnya seperti halnya akun facebook Fathol Bari.
Dengan beredarnya #Annuqayah Memanggil, sebagian alumni minilai apa yang terjadi pada 10 tahun silam dimana saat itu tidak kurang dari 5000 ribuan Alumni Pondok-Pesantren Annuqayah mengepung Polres Sumenep. (LD/kara)
















