Surabaya, maduraupdate.com – Alun-alun di seluruh Jawa Timur akan ditutup pada malam tahun baru mendatang. Kebijakan ini diputuskan dalam rapat koordinasi Forkopimda Jatim terkait pengamanan Natal dan tahun baru di gedung Mahameru Mapolda Jatim, Sabtu (18/12/2021).
Rakor pengamanan Nataru ini dihadiri Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Plh. Sekda Prov Jatim Heru Tjahjono, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta beserta seluruh stakeholder.
Penutupan alun-alun itu akan berlangsung dari tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, penutupan alun-alun ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Sehingga kebijakan ini diharapkan dapat mencegah munculnya klaster-klaster penyebaran Covid-19 di ruang publik.
“Apalagi saat ini telah ditemukan virus varian baru yaitu Omicorn yang saat ini berdasarkan laporan dari Kemenkes RI sudah masuk ke wilayah Indonesia,” ujarnya.
Kapolda menjelaskan, beberapa daerah di Jatim masih masuk dalam level 3 berdasarkan Inmendagri No 67 Tahun 2021. Yakni Kabupaten Situbondo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sumenep, Kabupaten, Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jember dan Kabupaten Bangkalan.
“Hal itu disebabkan karena daerah tersebut tingkat vaksinasi masih rendah khususnya bagi kaum lansia,” ucapnya.
Kapolda Nico juga mengungkapkan, kesadaran masyarakat terhadap prokes saat ini sudah mulai menurun seiring dengan longgarnya kegiatan PPKM. Sehingga pemerintah mengambil berbagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, salah satunya peniadaan cuti bersama saat Nataru.
“Diharapkan pasca libur Nataru 2021 tidak terjadi ledakan penyebaran Covid-19 seperti yang dikhawatirkan oleh para ahli epidemiologi,” tukasnya. (rls/kara)












