9

BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Syariah Lewat Talk Show di Pendopo Keraton Sumenep

  • Bagikan
BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Syariah Lewat Talk Show di Pendopo Keraton Sumenep
BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Literasi Keuangan Syariah Lewat Talk Show di Pendopo Keraton Sumenep

Sumenep, Madura Update – Upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah terus dilakukan melalui kegiatan talk show bertajuk “Mendorong Masyarakat melalui Inklusi Keuangan Syariah” yang berlangsung di Pendopo Keraton Sumenep, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah BPRS Bhakti Sumekar dalam meningkatkan literasi dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan sektor ekonomi kerakyatan.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar mengatakan, penguatan inklusi keuangan syariah penting dilakukan agar masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan layanan perbankan berbasis prinsip syariah.

Baca Juga :  Bupati Achmad Fauzi Dinobatkan Sebagai Bapak Pelindung UMKM

Menurutnya, lembaga keuangan syariah memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang lebih adil dan berorientasi pada kebermanfaatan bersama.

“Melalui forum ini kami ingin mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat, sekaligus membangun kepercayaan bahwa sistem syariah dapat menjadi solusi ekonomi yang inklusif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan BPR Syariah saat ini terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa Timur sendiri, jaringan BPR Syariah dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM dan usaha berbasis komunitas.

Baca Juga :  Puji Fasilitas Saat di Tanah Suci, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Luar Biasa

Fajar menilai prinsip ekonomi syariah sejatinya sudah lama hidup di tengah masyarakat Indonesia. Sistem kerja sama dan bagi hasil dalam sektor pertanian maupun peternakan, kata dia, merupakan contoh praktik muamalah yang telah diterapkan secara turun-temurun.

“Konsep bagi hasil sebenarnya bukan sesuatu yang asing. Masyarakat kita sejak dulu sudah mengenal pola kerja sama yang mengedepankan keadilan dan keseimbangan,” katanya.

Ia menambahkan, sistem ekonomi syariah hadir sebagai alternatif yang menitikberatkan pada etika, keadilan, dan pemerataan manfaat ekonomi, sehingga dinilai relevan menghadapi tantangan ekonomi global saat ini.

Baca Juga :  Berkah Ramadan, BPRS Bhakti Sumekar Bagikan Promo Diskon Pembelian Takjil Hingga Takjil Gratis

Selain diskusi mengenai inklusi keuangan, kegiatan tersebut juga dikemas dengan nuansa budaya lokal yang ditampilkan di lingkungan bersejarah Pendopo Keraton Sumenep. Sejumlah tamu undangan, pimpinan lembaga keuangan, hingga perwakilan masyarakat turut hadir dalam acara tersebut.

Melalui kegiatan itu, BPRS Bhakti Sumekar berharap literasi keuangan syariah masyarakat semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat, inklusif, serta berkelanjutan di Kabupaten. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *