9

Simposium Peradaban NU, Bupati Achmad Fauzi Cerita Sikap Toleransi di Sumenep

  • Bagikan
Simposium Peradaban NU, Bupati Achmad Fauzi Cerita Sikap Toleransi di Sumenep
Simposium Peradaban NU, Bupati Achmad Fauzi Cerita Sikap Toleransi di Sumenep

Sumenep, Madura Update – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi bercerita tentang sikap toleransi yang terjalin di tengah keragaman suku, etnis dan agama yang ada di kabupaten setempat.

Hal itu disampaikan Bupati Fauzi di hadapan ketua umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan ratusan kader dahdliyyin dalam Simposium Peradaban NU di Keraton Sumenep, Sabtu (5/3/2022).

Bupati Achmad Fauzi mengatakan, Kabupaten Sumenep sudah berusia 752 tahun sejak didirikan Arya Wiraraja pada tanggal 31 Oktober 1269, dan sampai saat ini, penduduknya terdiri dari lima suku bangsa yakni, Madura, Jawa, Bugis, Mandar dan Bajo.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Graha Pers Media Center Sumenep Melayani

“Kebhinnekaan itu tidak meruntuhkan dimensi kerukunan sosial di masyarakat hingga sampai saat ini,” katanya.

Salah satu bukti bahwa masyarakat Sumenep menghargai perbedaan adalah tiga tempat ibadah di Desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep yang sudah berdiri ratusan tahun, dengan jarak saling berdekatan satu sama lainnya.

Di Desa Pabian itu ada tiga rumah ibadah berbeda yakni Masjid, Gereja dan Klenteng yang menunjukkan sebuah Kabupaten memiliki pesan perdamaian atau toleransi di antara kehidupan masyarakatnya.

“Sebagai bukti nyata bahwa masyarakat Sumenep sangat menjunjung tinggi toleransi dan menghargai kebhinnekaan,” tuturnya.

Baca Juga :  Bahas Wabah PMK, Kapolres Sumenep Rakor dengan DKPP

Pada sisi lain, Bupati meminta dukungan warga Nahdliyin dalam upaya mewujudkan semua program dan kegiatan untuk memberikan kesejahteran kepada seluruh masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari warga NU untuk mendorong pembangunan Kabupaten Sumenep lebih baik lagi,” pungkasnya.

Pada Simposium Peradaban NU di Keraton Sumenep dihadiri Ketua Umun PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar, serta sejumlah tokoh lainnya seperti RKH. KHR. Ahmad Azaim Ibrohimy dan KH. D. Zawawi Imron.

Baca Juga :  Tegas, Bupati Achmad Fauzi Ingatkan Hal Ini pada Para Guru

Sementara Simposium Peradaban NU ini digelar dalam rangka merayakan Hari Lahir (Harlah) NU ke-99, menyongsong usia satu abad, dan meneguhkan komitmen “Merawat jagat, membangun peradaban”. (SK/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *