Sumenep, Madura Update – Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Khairul Anwar, mendorong pemerintah desa mengembangkan ekonomi mandiri dengan memanfaatkan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan anggaran desa tidak seharusnya menjadi hambatan bagi pengembangan ekonomi di tingkat lokal.
Ia mengungkapkan, dana pemerintah sejatinya berfungsi sebagai stimulan, bukan sumber utama pembangunan.
“Desa seharusnya tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah pusat. Dengan pengelolaan profesional dan pemanfaatan teknologi, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui, Senin (19/1/2025).
Ia mencontohkan beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi besar. Baik di daratan seperti Kecamatan Guluk-Guluk, Ganding, Pasongsongan, maupun wilayah kepulauan seperti Kangean, peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal sangat terbuka jika dikelola maksimal.
Khairul menekankan setiap desa memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda. Oleh karena itu, pola pengembangan ekonomi juga harus disesuaikan dengan kondisi dan sumber daya masing-masing desa.
“Yang dibutuhkan adalah rekayasa ekonomi yang tepat agar potensi tersebut memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah desa mampu merancang strategi pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.
“Dengan begitu, meski anggaran terbatas, pertumbuhan ekonomi desa tetap bisa didorong dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (ai/kara)






