Sumenep, Madura Update – Penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan.
Salah satu strategi yang dapat diimplementasikan adalah memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah sebagai bahan baku dalam pencegahan dan pengobatan penyakit degeneratif.
Seperti yang dilakukan Dosen Universitas Wiraraja saat melakukan pemberdayaan kepada kelompok ibu-ibu Tim Penggerak PKK Desa Pandian Kecamatan Kota Sumenep.
Ketua tim pemberdayaan masyarakat Universitas Wiraraja, Henny Diana Wati, MP mengungkapkan, kegiatan pendampingan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat utamanya masyarakat Desa Pandian.
“Tujuannya untuk mengedukasi dan melibatkan masyarakat dalam pengembangan strategi inovatif berbasis sumber daya alam lokal,” ujarnya.
Henny menjelaskan, ada lima target yang ingin dicapai dalam kegiatan pemberdayaan kemitraan kepada masyarakat ini. Pertama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit degeneratif.
Kedua, mengoptimalkan penggunaan sumber daya lokal seperti tanaman obat sebagai alternatif pencegahan. Ketiga, mengembangkan produk inovatif berbasis sumber daya lokal yang dapat digunakan masyarakat.

Selain itu juga untuk memberikan pelatihan teknologi modern untuk pengolahan tanaman obat.
“Terakhir yakni menciptakan kolaborasi antara masyarakat, dan akademisi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujar Henny.
Sementara untuk metode pelaksanaan kegiatan, lanjut Henny, dilakukan dengan cara memberikan edukasi dan penyuluhan melalui pertemuan kelompok TP PKK Pandian.
Topik yang dibahas meliputi definisi penyakit degeneratif, faktor risiko, dan strategi pencegahan melalui penggunaan sumber daya lokal.
Selain itu, metode yang dilakukan juga dengan memberikan pelatihan pengolahan sumber daya lokal seperti jahe, sereh, kayu manis dan tanaman obat lain untuk diolah menjadi produk minuman herbal IMMUNO.
Dalam pelatihan pengolahan sumber daya lokal ini, tim pelaksana sebelumnya juga memberikan demontrasi tentang tata cara pengolahan agar mudah difahami oleh kelompok ibu-ibu TP PKK Desa Pandian.
“Ibu-ibu TP PKK juga kita ajarkan teknik pengolahan dan pengemasan modern yang tetap ramah lingkungan seperti penggunaan mesin ekstraktor rimpang dan lain lain,” terang Henny.
Ia berharap, melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit degeneratif dengan memanfaatkan tanaman obat dan praktik-praktik tradisional.
“Masyarakat bisa memanfaatkan dan mengolah sumber daya lokal dengan teknik sederhana untuk produk kesehatan seperti minuman herbal IMMUNO yang bisa dijadikan minuman penyegar untuk mencegah penyakit degeneratif,” pungkas Henny. (mad/kara)












