Angkat Kearifan Lokal, MPLS SDN Romben Rana Ajarkan Siswa Cara Membuat Ketupat

Angkat Kearifan Lokal, MPLS SDN Romben Rana Ajarkan Siswa Cara Membuat Ketupat
Angkat Kearifan Lokal, MPLS SDN Romben Rana Ajarkan Siswa Cara Membuat Ketupat

Sumenep, Madura Update – Manfaatkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SDN Romben Rana Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep mengenalkan para siswa dengan kearifan lokal.

Para siswa baru di SDN Romben Rana ini diajarkan untuk membuat ketupat dengan anyaman daun kelapa.

Plt Kepala SDN Romben Rana Kecamatan Dungkek, Rahman mengatakan, hari keempat kegiatan MPLS SDN Romben Rana dimulai dengan senam bersama dan dilanjutkan dengan membuat ketupat yang menjadi hidangan khas saat lebaran atau selamatan.

Bahkan, dalam kegiatan itu, pihak sekolah melibatkan orang tua siswa untuk mengajarkan bagaimana membuat ketupat yang benar.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Sumenep Gelar Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional Guru, Pengawas dan Kepala Sekolah

” Hari ini sangat seru, karena orangtua wali siswa yang gantian mengisi MPLS. Mereka mengajari anaknya membuat anyaman ketupat, sebuah tradisi jaman dulu yang sudah mulai terlupakan,” ujarnya.

Rahman mengungkapkan, keseruan membuat ketupat dari anyaman daun kelapa itu tidak hanya menarik minat para siswa, namun para guru juga ikut antusias membuat ketupat dengan berbagai ukuran.

“Bukan hanya murid yang belajar ketupat, gurupun bergantian belajar membuat ketupat di hari ini. Ini hal baru yang positif untuk mendekatkan anak pada orangtuanya,” ungkap Rahman.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan Kepemimpinan Sekolah Unggul, Disdik Sumenep Datangkan Guru Besar Universitas Negeri Malang

Sementara, wali siswa yang mengajar membuat anyaman ketupat juga ikut senang dan menikmati kegiatan tersebut bersama anak-anak yang lainnya.

” Alhamdulillah senang sekali, dan baru sekarang pak.” Ujar, Ais, salah satu orangtua wali siswa ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Diketahui kegiatan MPLS ini akan dilaksanakan satu Minggu, hari pertama, pembukaan dan pengenalan, menyajikan lagu wajib nasional, hari kedua, membuat kesepakatan kelas dan permainan.

Hari ketiga, sosialisasi kesehatan dan bahaya narkoba dilanjutkan dengan bermain jepit kertas estafet.

Baca Juga :  Gandeng PCNU, Kemenag Sumenep Gelar Halaqah Pesantren Ramah Anak

Hari Keempat diisi dengan bercerita dilanjutkan dengan membuat anyaman ketupat, hari kelima, berdoa dan baca Yasin bersama dilanjutkan dengan kegiatan peduli lingkungan dan tanam pohon.

Hari terakhir diawali dengan Senam dan pemberian hadiah dilanjutkan dengan motivasi belajar bersama kak Avan dan boneka KIA. (rhm/kara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *