Pemkab Sumenep Siapkan BLT Untuk Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok

Pemkab Sumenep Siapkan BLT Untuk Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok
Pemkab Sumenep Siapkan BLT Untuk Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok

Sumenep, Madura Update – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Bagian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) telah menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh tani dan buruh pabrik rokok.

Penyaluran bantuan langsung tunai ini nantinya akan bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021.

Anggarannya mencapai Rp 10 miliar. Rinciannya, Rp 6 miliar akan disalurkan tahap awal, sementara 4 miliar akan disalurkan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Kepala Bagian ESDA Setkab Sumenep, M. Sahlan melalui Kasubag Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan, Andi Suprapto mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan kepada buruh tani dan buruh pabrik rokok.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Akan Bangun Gedung Kawasan Industri Hasil Tembakau

“Untuk sementara data calon penerima yang masuk di kami 8.200-an. Rinciannya, masing-masing penerima akan mendapatkan sebesar Rp 1,2 juta,” kata Sahlan.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih merampungkan data calon penerima, sehingga tidak ada data penerima ganda dengan bantuan sosial lain dari pemerintah.

“Verifikasi ini untuk memastikan agar bantuan tersebut tidak tumpang tindih. Makanya, kami verifikasi juga ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial dan Dinas Pertanian,” jelasnya.

Mantan Camat Sapeken ini menambahkan, sistem penyaluran BLT DBHCHT sebesar Rp 1,2 juta untuk buruh tani dan buruh pabrik rokok ini kemungkinan akan bertahap.

Baca Juga :  Tiga Tahun Tak Ada Alokasi Anggaran Untuk Budidaya Rumput Laut di Sumenep

“Jadi tergantung nanti, bisa dua kali atau bahkan tiga kali,” ucapnya.

Pemkab Sumenep menerima DBHCHT tahun 2021 sebesar Rp 40,9 miliar. Jumlah ini, akan mengalir ke 6 organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai pelaksana kegiatan.

Sementara bagian ESDA Setkab Sumenep sebagai sekretariat bersama kegiatan DBHCHT hanya memiliki dua kegiatan. Pertama, monitoring dan evaluasi ke 6 OPD, kedua menyalurkan BLT DBHCHT. (mo/kara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *