Sumenep, Madura Update – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar untuk program rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2024.
Program RTLH ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep dengan memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah yang tak layak huni.
Program ini merupakan wujud keseriusan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dalam memperbaiki kesehatan warganya dan masuk dalam program prioritas untuk pengentasan kemiskinan.
Kepala Disperkimhub Sumenep, Yayak Nurwahyudi mengungkapkan, anggaran Rp 2,5 miliar tersebut akan digunakan untuk memperbaiki atau merenovasi sebanyak 128 rumah tidak layak huni.
“Program RTLH tahun ini proses verifikasi agar program tersebut tepat sasaran,” ungkapnya.
Yayak menuturkan, perhatian Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo terhadap pengentasan kemiskinan masyarakat sangat tinggi.
Untuk program RTLH saja, total ada 788 unit rumah yang menjadi sasaran renovasi selama memimpin Kabupaten Sumenep.
“Perinciannya, pada 2021 sebanyak 260 unit, 2022 sebanyak 176 unit, 2023 sebanyak 224 unit, serta tahun ini lebih kurang 128 unit,” ungkap Yayak.
Pihaknya berharap, dengan adanya program RTLH ini, para penerima mampu merasakan tempat tinggal yang lebih layak, sehingga setiap aktivitasnya lancar.
“Harapannya ya menaikkan taraf hidup penerika manfaat, dari rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni sehingga masyarakat itu sehat dan terbantukan,” pungkasnya. (mad/kara)






