9

Pemkab Sumenep Perkuat Fondasi Keagamaan, 1.225 Guru Ngaji Terima Tunjangan dan Jaminan Sosial Penuh

  • Bagikan
Pemkab Sumenep Perkuat Fondasi Keagamaan, 1.225 Guru Ngaji Terima Tunjangan dan Jaminan Sosial Penuh
Pemkab Sumenep Perkuat Fondasi Keagamaan, 1.225 Guru Ngaji Terima Tunjangan dan Jaminan Sosial Penuh

Sumenep, Madura Update – Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmen seriusnya dalam memperkuat pembinaan keagamaan daerah dengan menyalurkan tunjangan kehormatan kepada 1.225 guru ngaji yang tersebar di 27 kecamatan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemkab Sumenep mengalokasikan total anggaran sebesar Rp1,47 miliar untuk program kesejahteraan guru ngaji di tahun 2025.

Setiap penerima mendapatkan dana sebesar Rp1,2 juta yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing melalui Bank BPRS Bhakti Sumekar. Penerima program ini didasarkan pada Keputusan Ketua Umum LPTQ Sumenep Nomor: 001/37/LPTQ-SMP/2025.

Baca Juga :  Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Pemkab Sumenep Kumpulkan Pengelola Wisata

Penyerahan program secara simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat, 14 November 2025.

“Program ini sebagai bentuk penghargaan kepada guru ngaji atas dedikasi dalam membina akhlak dan karakter generasi muda,” kata Bupati Fauzi.

Selain dukungan finansial berupa tunjangan, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menjamin kesejahteraan dan keamanan kerja seluruh guru ngaji dengan mendaftarkan mereka sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.

“Perlindungan ini mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, memastikan para pengajar dapat menjalankan tugas pembinaan dengan rasa tenang dan termotivasi,” ungkap Bupati Fauzi.

Baca Juga :  Peringati HUT RI ke-79, Pemkab Sumenep Gelar Upacara Bendera

Kebijakan strategis ini mempertegas langkah Pemerintah Sumenep untuk meningkatkan motivasi dan memberikan penghargaan yang layak bagi para pahlawan tanpa tanda jasa di bidang pendidikan agama.

Program ini merupakan fondasi penting dalam mendukung kegiatan keagamaan di Kabupaten berjuluk Kota Keris.

“Guru ngaji memiliki peran vital dalam membentuk karakter generasi muda, sekaligus menjamin keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an di tengah Masyarakat,” pungkasnya. (gem/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *