Sumenep, Madura Update – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, semakin serius menyiapkan regenerasi atlet voli daerah.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah turun langsung ke paguyuban-paguyuban bola voli di tingkat kecamatan untuk memperkuat pembinaan atlet usia muda.
Pembinaan difokuskan pada kelompok usia 15 hingga 18 tahun, yang dinilai sebagai fase krusial dalam pembentukan kemampuan teknik, fisik, dan mental atlet. Pendekatan ini dilakukan agar pembinaan tidak hanya terpusat, melainkan menyentuh langsung basis pembinaan di akar rumput.
Program tersebut salah satunya digelar pada Sabtu (31/1/2026) di Lapangan Greep, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda berkelanjutan PBVSI Sumenep dalam menjaring potensi atlet muda sekaligus meningkatkan kualitas mereka secara sistematis.
Ketua Umum PBVSI Kabupaten Sumenep, Syamsul Muarif, menegaskan bahwa pembinaan langsung ke paguyuban dinilai lebih efektif dalam melihat potensi riil atlet di lapangan.
“Kami ingin pembinaan atlet voli tidak hanya terpusat di satu tempat. Dengan turun langsung ke paguyuban-paguyuban, kami bisa melihat potensi atlet secara nyata. Usia 15 sampai 18 tahun adalah fase emas, sehingga perlu pendampingan yang serius dan berkesinambungan,” ujar Syamsul.
Dalam kegiatan tersebut, Syamsul hadir bersama jajaran pengurus PBVSI Sumenep serta tim pelatih. Para atlet muda mendapatkan materi latihan teknik dasar, penguatan fisik, hingga penanaman nilai disiplin dan sportivitas sebagai fondasi pembentukan atlet profesional.
Program pembinaan ini mendapat respons positif dari para peserta. Antusiasme terlihat dari semangat para atlet muda yang mengikuti sesi latihan dengan penuh kesungguhan.
Salah satu atlet putri, Naila, mengaku termotivasi dengan kehadiran PBVSI Sumenep yang turun langsung memberikan pembinaan.
“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran PBVSI membuat kami lebih semangat berlatih dan percaya diri untuk berkembang,” ungkapnya.
Naila juga menyampaikan cita-citanya untuk mengikuti jejak Megawati Hangestri Pertiwi, atlet voli putri Indonesia yang sukses menembus level internasional sebagai opposite hitter.
“Saya ingin bisa seperti Kak Megawati, bermain di tingkat nasional bahkan internasional. Semoga pembinaan dari PBVSI Sumenep bisa mengantarkan kami ke sana,” tuturnya penuh harap.
PBVSI Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program pembinaan secara berkelanjutan demi melahirkan atlet-atlet voli berprestasi yang mampu bersaing di level regional hingga nasional.
“Program ini akan terus berlanjut demi masa depan atlet voli Sumenep,” pungkas Syamsul. (ai/kara)










