9

Pemkab Sumenep Peduli Bahasa Daerah, Raih Penghargaan Tingkat Nasional

  • Bagikan
Pemkab Sumenep Peduli Bahasa Daerah, Raih Penghargaan Tingkat Nasional
Pemkab Sumenep Peduli Bahasa Daerah, Raih Penghargaan Tingkat Nasional

Sumenep, Madura Update – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjaga eksistensi bahasa daerah kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan penghargaan kepada Kabupaten Sumenep atas keberhasilannya mendukung program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dan upaya berkelanjutan dalam melestarikan bahasa ibu di tengah masyarakat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 yang berlangsung di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Kota Depok, Senin (25/5/2026).

Pengakuan dari pemerintah pusat itu menjadi bukti bahwa langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Sumenep dalam menjaga bahasa daerah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi telah menjadi bagian dari strategi pembangunan kebudayaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga :  Seleksi MTQ di Sumenep Selesai, Kabag Kesra : Tidak Ada Perbedaan Antara Daratan dan Kepulauan

Bupati Achmad Fauzi mengatakan, bahasa daerah merupakan fondasi penting dalam menjaga identitas dan karakter suatu bangsa. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan globalisasi, keberadaan bahasa ibu harus tetap dijaga agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

“Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, kearifan lokal, dan identitas masyarakat. Karena itu, keberlangsungannya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Fauzi.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu agenda yang terus diperkuat oleh pemerintah daerah melalui berbagai program pendidikan dan kebudayaan. Salah satunya dengan memasukkan materi bahasa daerah dalam kegiatan pembelajaran serta mendorong lahirnya ruang-ruang kreatif yang memberi kesempatan kepada generasi muda untuk menggunakan dan mengenal bahasa ibu mereka.

Baca Juga :  KI Sumenep Gandeng Kampus, UNIJA Jadi Titik Lanjut Safari Keterbukaan Informasi

Selain itu, berbagai kegiatan seperti festival budaya, lomba mendongeng, pidato berbahasa daerah, hingga kolaborasi dengan komunitas budaya dan lembaga pendidikan terus digelar sebagai sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap bahasa daerah.

“Pelestarian bahasa daerah tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas budaya, dan seluruh lapisan masyarakat agar bahasa daerah tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Fauzi menilai penghargaan yang diterima Kabupaten Sumenep bukanlah tujuan akhir, melainkan pemacu semangat untuk terus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal. Ia berharap penghargaan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Baca Juga :  Gelar Road to Hakordia 2025, Inspektorat Sumenep Satukan Aksi Basmi Korupsi

Di sisi lain, penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah yang diterima Sumenep menunjukkan bahwa daerah memiliki peran strategis dalam menjaga keberagaman bahasa yang menjadi kekayaan Indonesia. Dengan jumlah bahasa daerah yang sangat banyak, pelestarian bahasa ibu menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga identitas budaya nasional.

“Menjaga bahasa daerah adalah menjaga jati diri bangsa. Karena itu, tanggung jawab ini harus menjadi gerakan bersama agar bahasa daerah tetap lestari dan relevan di setiap generasi,” pungkasnya.

Penghargaan dari Kemendikdasmen tersebut semakin mempertegas posisi Kabupaten Sumenep sebagai salah satu daerah yang konsisten dalam menjaga warisan budaya lokal, sekaligus menjadi contoh bahwa pelestarian bahasa daerah dapat berjalan seiring dengan pembangunan dan kemajuan zaman. (ai/kara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *