Sumenep, Madura Update – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja (Unija) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sumenep, Kamis (23/4/2026).
Aksi tersebut dipicu dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan kredit dengan jaminan Surat Keputusan (SK) pensiun.
Mahasiswa menilai, praktik tersebut berpotensi merugikan nasabah, khususnya para pensiunan yang seharusnya mendapat perlindungan dalam layanan keuangan.
Dalam orasinya, koordinator aksi mengungkap adanya indikasi proses pengajuan kredit yang tidak transparan.
Sejumlah nasabah diduga tidak mendapatkan penjelasan utuh terkait dokumen yang ditandatangani, sehingga membuka celah terjadinya penyimpangan.
“Banyak nasabah tidak memahami secara detail isi perjanjian. Ini yang kami nilai sebagai bentuk kelalaian, bahkan dugaan pelanggaran,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Mahasiswa juga menyoroti dugaan masih berlangsungnya pemotongan dana pensiun terhadap nasabah yang tengah mempersoalkan kredit tersebut.
Mereka mendesak agar pihak bank segera menghentikan pemotongan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur yang dijalankan.
Aksi sempat memanas ketika massa membakar ban bekas di depan kantor sebagai bentuk protes atas lambannya respons pihak bank.
Kepulan asap hitam sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi, sementara aparat keamanan berjaga untuk mengantisipasi situasi.
Selain itu, massa aksi menuntut agar pimpinan cabang BRI Sumenep turun langsung menemui mereka.
Menurut mahasiswa, kehadiran pimpinan diperlukan untuk memberikan penjelasan resmi sekaligus mengambil keputusan atas persoalan yang disampaikan.
Setelah melalui proses negosiasi, perwakilan pihak bank akhirnya membuka ruang dialog dengan massa.
Situasi pun berangsur kondusif, meski mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus dugaan penyimpangan kredit pensiun tersebut hingga ada penyelesaian yang jelas dan berpihak kepada nasabah. (ai/kara)






