Sumenep, Madura Update – Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sumenep menggelar kegiatan buka bersama yang dirangkai dengan rapat konsolidasi organisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kiai Ilyas Syarqawi, Kantor PCNU Sumenep, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus PC ISNU Sumenep, perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Sumenep, serta sejumlah pengurus PCNU Sumenep.
Ketua PC ISNU Sumenep, Dr. Mohammad Husnan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyegarkan kembali semangat pengabdian para sarjana NU sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
Menurutnya, dalam satu tahun terakhir aktivitas organisasi dinilai belum berjalan maksimal. Selain itu, para anggota ISNU yang berasal dari berbagai latar belakang profesi juga memiliki kesibukan masing-masing sehingga koordinasi dan gerak organisasi belum sepenuhnya padu.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menyegarkan kembali semangat berkhidmah sekaligus merealisasikan program kerja yang telah disusun bersama dengan ukuran dan indikator yang jelas,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PC ISNU Sumenep, dilanjutkan dengan taushiyah dari Wakil Ketua Bidang Badan Otonom PCNU Sumenep, K.H. Abd. Wasid. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan rapat konsolidasi organisasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua PC ISNU Sumenep, Dr. Ahmad Khotib.
Dalam rapat tersebut, para pengurus membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari refleksi program kerja yang telah berjalan, perencanaan kegiatan mendatang, hingga penguatan kolaborasi antara PC ISNU dengan PAC ISNU serta berbagai pihak terkait.
Dalam taushiyahnya, Kiai Abd. Wasid menekankan beberapa hal penting bagi penguatan organisasi ISNU. Ia menyebut ISNU merupakan wadah kaum intelektual Nahdlatul Ulama dengan anggota yang sangat luas, meliputi berbagai generasi, profesi, dan latar belakang.
Karena itu, menurutnya, penguatan organisasi dan konsolidasi menjadi langkah penting agar khidmah ISNU benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia juga menilai semakin banyaknya sarjana NU saat ini harus diikuti dengan upaya membuka ruang kaderisasi yang lebih luas, terutama di tingkat kecamatan dan desa.
“Regenerasi dan kaderisasi menjadi kebutuhan penting agar organisasi tetap dinamis, apalagi saat ini semakin banyak sarjana NU yang lahir hingga ke pelosok desa,” katanya.
Dari hasil rapat konsolidasi tersebut, sejumlah agenda kerja juga direkomendasikan. Di antaranya penyelenggaraan Sekolah Intelektual ISNU secara periodik dengan menghadirkan narasumber dari kalangan anggota ISNU untuk mempresentasikan hasil penelitian, seperti tesis maupun disertasi. Program ini direncanakan mulai dilaksanakan pada April 2026.
Selain itu, PC ISNU Sumenep juga akan menyusun database sarjana NU di Kabupaten Sumenep yang dilengkapi dengan bidang keahlian masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi intelektual warga NU dalam berbagai sektor pembangunan.
Program lainnya meliputi pembentukan forum motivasi melalui platform digital dan media sosial yang diisi secara bergantian oleh pengurus PC maupun PAC ISNU, serta pelaksanaan kegiatan turun ke bawah (turba) ke seluruh PAC ISNU di Kabupaten Sumenep.
Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai tantangan yang dihadapi organisasi, baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, tantangan yang muncul antara lain belum kuatnya kohesi organisasi di kalangan pengurus.
Sementara dari sisi eksternal, dinamika sosial budaya masyarakat, perubahan sistem organisasi di tubuh NU, hingga perkembangan geopolitik global dinilai turut memengaruhi arah gerak organisasi.
Melalui kegiatan ini, seluruh pengurus ISNU Sumenep diharapkan dapat menjaga konsistensi terhadap berbagai kesepakatan yang telah dirumuskan serta memperkuat komitmen untuk menjalankan program kerja secara nyata.
Dengan demikian, ISNU diharapkan tetap istiqamah dalam menjalankan khidmah keilmuan dan pengabdian kepada umat melalui organisasi. (ai/kara)








