Sumenep, Madura Update – Peresmian dua pelabuhan baru di Kabupaten Sumenep yakni Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang oleh Gubernur Jatim beberapa waktu lalu diharapkan bisa mengcover seluruh kepulauan.
Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Dul Siam mengatakan, diresmikannya dua pelabuhan tersebut diharapkan bisa mengurai arus transportasi antar pulau yang selama ini bertumpu pada satu pelabuhan yakni Pelabuhan Kalianget.
“Pelabuhan yang baru diresmikan itu harusnya nanti bisa mengcover seluruh kepulauan. Tidak hanya Pelabuhan Kalianget, karena kita tahu, di momen-momen tertentu seperti saat arus mudik, di Pelabuhan Kalianget sangat padat,” ujarnya.
Politisi PKB ini mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara pasti kemana saja rute yang akan dilayani operator kapal melalui Pelabuhan Dungkek maupun Gili Iyang.
Namun demikian, pihaknya optimistis pemerintah akan memperhatikan asas kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat kepulauan akan alternatif transportasi laut menuju kampung halaman.
“Mungkin tak lama lagi operator akan membuat perencanaan melayani rute ke pulau mana saja melalui pelabuhan ini,” ungkapnya.
Dul Siam menambahkan, sebetulnya dulu setelah selesai dibangun, pelabuhan tersebut bisa langsung bisa dioperasiakan. Namun, karena berbagai faktor, akhirnya baru dilaksanakan peresmiannya.
“Proyek pembangunan dua pelabuhan itu dimulai pada tahun 2020 hingga 2021, dengan menggunakan anggaran Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya.
Diketahui, anggaran pembangunan Pelabuhan Dungkek dan Gili Iyang berasal dari APBD Provinsi Jawa Timur senilai Rp 60 miliar. Rinciannya adalah Rp 41.650.000.000,- untuk pembangunan Pelabuhan Dungkek dan Rp 17.795.000.000,- untuk pembangunan Pelabuhan Gili Iyang.
Pelabuhan Dungkek memiliki panjang 140 meter dan lebar 7 meter. Selain itu, terdapat jetty dengan panjang 42 meter dan lebar 8 meter. Pelabuhan ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti gedung kantor, terminal penumpang, area parkir, genset, dan tandon air. (zn/kara)












