Daerah  

Program Safari Kepulauan Dinilai Pemborosan Anggaran

Program Safari Kepulauan Dinilai Pemborosan Anggaran
Program Safari Kepulauan Dinilai Pemborosan Anggaran

Sumenep, MaduraUpdate.com – Program safari kepulauan yang dilaksanakan Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai hanya pemborosan anggaran.

Pasalnya, kunjungan kerja Bupati, Wabub beserta rombongan ke wilayah kepulauan itu menghabiskan anggaran sekitar hampir Rp 1 miliar.

Salah satu tokoh masyarakat Sumenep, Asiz Salim Sabibi mengkritik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan safari kepulauan tidak efektif bahkan buang-buang anggaran dari pada menuntaskan misinya membangun kepulauan.

“Kan baru tahun kemarin (tahun 2021) kunjungan ke kepulauan dengan menggunakan pesawat. Kok masih kunker lagi dengan melakukan safari kepulauan yang menghabiskan ratusan juta bahkan hampir Rp 1 miliar itu. Kenapa anggaran itu tidak digunakan untuk membangun infrastruktur kepulauan? Atau untuk membantu kesulitan ekonomi masyarakat. Kok malah dibuat jalan-jalan dengan membawa rombongan yaang besar,” katanya.

Asiz mengungkapkan, Bupati bisa saja melakukan Inspeksi Mendadak (sidak), kunjungan dan lain-lain cukup bawa segelintir orang saja. Cukup naik pesawat sehingga tidak makan anggaran besar.

Baca Juga :  DPC PKB Sumenep Gelar Istighatsah Untuk Keselamatan Bangsa

“Ini lebih efektif dari pada bawa rombongan besar yang nota bene makan anggaran besar juga,” ucapnya.

Pertimbangannya, lanjut Asiz, kalau datang ke kepulauan sendiri saja dengan ditemani segelintir orang saja, ini lebih efektif. Sebab tidak butuh akomodasi logistik dan sewa kapal segala untuk berangkat ke kepulauan. Kalau bisa efisien anggaran dan efektif kinerjanya, kenapa harus boros.

“Coba akomodasinya berapa untuk kebutuhan makan minum (mamin) dan lain-lain. Informasi yang dihimpun media ini akomudasi saja mencapai sekitar Rp 300 jutaan. Sedangkan kebutuhan sewa kapal mencapai sekitar Rp 630 jutaan. Artinya sekali datang ke kepulauan, sudah hampir Rp 1 miliar yang terbuang. Bagaimana kalau setiap tahun agenda besar safari kepulauan digelar? Berapa anggaran yang dihabiskan?” sindirnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar FGD Percepatan Pengendalian Inflasi Daerah

Kritik senada dilontarkan oleh Zamrud Khan, dari catatan yang ada bahwa kegiatan Safari Kepulauan Pemkab Sumenep adalah budaya lama yang masih dipertahankan dan itu cenderung menghabiskan anggaran besar.

Padahal, kata dia, safari kepulauan itu kalau untuk kepentingan serap aspirasi, sebenarnya sudah bisa diakomodir lewat agenda Musrenbangcam (Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan) di masing-masing Kecamatan di Kepulauan. Bahkan juga ada musrenbangdes.

Slogan Bismillah ( Dengan Nama Allah ) melayani Masyarakat itu tak ubahnya Air yang jatuh ke Daun Talas. Nah Dana yang fantastis itu semestinya diperuntukkan untuk Kepentingan rakyatnya yang sedang Menderita pascah Covid-19, Jangan buat Rakyat punya persepsi negatif soal budaya pelisir kepulauan alias Safari Kepulauan.

Baca Juga :  Bahas Raperda APBD Tahun 2024, Ketua DPRD Sumenep Tekankan Pentingnya Partisipasi Publik

“Kepentingan penderitaan rakyat perkotaan masih ada yang belum diperhatikan oleh Pemkab Sumenep. Apalagi mau merealisasikan kepentingan masyarakat kepulauan. Nah ini kan sama saja Punya cita-cita mau menggarami lautan yang sudah Asin,” ujarnya.

Sementara, Pemkab Sumenep melalui Kabag Administrasi Pembangunan Joko Satrio didampingi koordinator Subbagian Dalev, Imam Bukhori mengakui jika anggaran sewa kapal mencapai sekitar Rp 630 jutaan. Sedangkan anggaran mamin dan lain-lain mencapai sekitar Rp 300 jutaan.

Dijelaskan jika anggaran sewa kapal berupa belanja operator kapal itu melalui proses tender (lelang). Diikuti sekitar 5 peserta lelang meskipun yang menawar hanya 1 pesrta lelang. Praktis peserta lelang itu lolos sebagai pemenang lelang jasa operator. Hanya saja dia ogah menjawab kalau terkait pemborosan anggaran bukan kewenangannya untuk bicara. (Al/kara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *