9

Apresiasi Festival Jaran Serek, Ketua DPRD Sumenep : Tradisi yang Harus Dilestarikan

  • Bagikan
Apresiasi Festival Jaran Serek, Ketua DPRD Sumenep : Tradisi yang Harus Dilestarikan
Apresiasi Festival Jaran Serek, Ketua DPRD Sumenep : Tradisi yang Harus Dilestarikan

Sumenep, Madura Update – Ketua DPRD Kabupaten Sumenep H Abdul Hamid Ali Munir mengapresiasi Festival Jaran Serek yang digelar Pemkab Sumenep, Minggu 19 Mei 2024.

Menurutnya, Festival Jaran Serek ini selain menghibur masyarakat Sumenep namun juga menjadi media untuk melestarikan tradisi yang menjadi warisan nenek moyang.

“Festival Jaran Serek ini tentu merupakan kegiatan yang harus kita apresiasi. Karena ini merupakan salah satu budaya tak benda yang harus kita lestarikan,” kata Ketua DPRD Sumenep, H Abdul Hamid Ali Munir, Minggu (19/5/2024).

Baca Juga :  Komisi II DPRD Sumenep Minta Pemkab Sepakati Harga Tembakau dengan Pihak Pabrikan

Politisi PKB ini mengungkapkan, Festival Jaran Serek merupakan bentuk dan cara masyarakat Sumenep untuk mengenang perjalanan sejarah masyarakat terdahulu dengan kejayaan Kerajaan Sumenep.

“Tentunya masyarakat perlu edukasi dalam upaya memberikan pemahaman bahwa budaya tak benda ini merupakan salah satu peninggalan kekayaan budaya yang perlu kita lestarikan,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Hamid, dalam kegiatan Festival Jaran Serek ini banyak hal yang bisa dijadikan ppelajaran. Seperti bagaimana cara mencintai hewan, bagaimana tata cara menghias dan merawat kuda dengan baik.

Baca Juga :  Angka Kasus Positif Covid-19 di Bangkalan Melonjak, Forkopimda Pamekasan Lakukan Penyekatan dan Rapid Antigen Acak

“Selain itu Festival Jaran Serek ini, merupakan salah satu cara untuk menghidupkan perekonomian kita, karena seperti yang kita lihat saat ini ribuan masyarakat datang yang tentu saja hal itu merupakan berkah tersendiri bagi pelaku UMKM,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Hamid berharap dengan adanya Festival Jaran Serek ini dapat menarik para wisatawan untuk datang ke Sumenep dan lebih mengenal tempat wisata dan keaneka ragaman budayanya.

“Ke depan saya harap kegiatan ini dapat dipertahankan dan kalau bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang dapat dikenal oleh masyarakat bukan hanya di Kabupaten Sumenep namun bisa ditingkatkan menjadi kegiatan yang bertaraf Nasional,” pungkasnya. (drn/kara)

Baca Juga :  Mau Berkurban Saat Hari Raya? BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Solusi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *